Mendapat kabar tersebut, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam lantas mengumpulkan para sahabat dan menyampaikannya kepada mereka.
Dengan demikian, tidak perlu diragukan lagi bahwa kisah ini benar dan sahih. Jika tidak, tentu beliau tidak akan menyampaikannya kepada para sahabat.
Sebab, Allah Subhanahu wa Ta'ala pun tidak ridho jika Rasul-Nya menyebarkan berita bohong. Di samping itu, tidak ada celah sedikit pun bagi Tamim Ad-Dari untuk berbohong di hadapan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam meneruskan kisahnya, "Tamim bercerita bahwa pada suatu ketika dirinya menaiki kapal laut bersama 30 orang dari kabilah Lakhm dan Judzam. Selama satu bulan lamanya, mereka terombang-ambing di atas gelombang lautan."
"Sampai akhirnya mereka berlabuh di sebuah pulau yang ada di tengah lautan menjelang matahari terbenam. Mereka duduk tidak jauh dari kapal. Beberapa waktu kemudian, mereka masuk ke pulau dan menjumpai sebuah hewan yang berbulu lebat. Saking lebat bulunya hewan tersebut, mereka tidak tahu mana kubul dan mana duburnya."
"Mereka kemudian memberanikan diri berkata kepada hewan tadi, 'Celakalah, hewan apa engkau?' Anehnya, hewan itu bisa menjawab, 'Aku adalah Al Jassasah.' Mereka kembali bertanya, 'Apa itu hewan Al Jassasah?' Si hewan berkata, 'Wahai kaum, pergilah kalian kepada seorang laki-laki yang berada di sebuah gereja. Sebab, dia sangat merindukan kabar kalian'."