Bolehkah Membaca 10 Ayat Pertama Surat Al Kahfi Saja di Hari Jumat?

Hantoro, Jurnalis
Senin 13 November 2023 09:47 WIB
Ilustrasi membaca Surat Al Kahfi di hari Jumat. (Foto: Pexels)
Share :

BOLEHKAH membaca 10 ayat pertama Surat Al Kahfi saja di hari Jumat? Ketahui jawaban lengkapnya berikut ini.

Ustadz Ahmad Anshori, alumni Universitas Islam Madinah sekaligus pengajar di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Yogyakarta, menjelaskan bahwa keutamaan membaca Surat Al Kahfi di hari Jumat sangatlah luar biasa besar.

Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam menjelaskan:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

"Barang siapa yang membaca Surat Al Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat." (HR An-Nasa'i dan Baihaqi) 

Di dalam hadits yang lain, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ

"Barang siapa yang membaca Surat Al Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dia dan Kakbah." (HR Ad-Darimi)

Lalu, apakah akan tetap mendapat keutamaan tersebut meski membacanya tidak selesai atau hanya 10 ayat pertama Surat Al Kahfi?

"Wallahua’lam, berdasarkan keterangan dari teks (zhohir) hadits, keutamaan di atas hanya didapat oleh mereka yang dapat membaca Surat Al Kahfi dengan sempurna. Karena tidak dinamakan membaca surat kecuali bila seorang membacanya secara utuh," jelas Ustadz Ahmad Anshori, dikutip dari Konsultasisyariah.com, Senin (13/11/2023). 

Ia melanjutkan, jika sebagian sudah cukup untuk mendapatkan keutamaan tersebut, redaksi hadits akan berbunyi: "Ba'du suroti Al Kahfi" atau artinya "Siapa yang membaca sebagian Surat Al Kahfi ..."

Namun kenyataannya tidak demikian, hadits tersebut tegas menyatakan: "Man qoro-a surota Al Kahfi" atau "Siapa yang membaca Surat Al Kahfi … Artinya secara utuh, dialah yang akan mendapatkan pahala di atas.

"Dalam memberlakukan pahala, kita harus seutuhnya mengikuti dalil. Karena persoalan pahala dan dosa adalah persoalan tauqifi (hanya bisa diketahui melalui wahyu)," papar Ustadz Ahmad Anshori. 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya