ANGGOTA Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Wisnu Wijaya meminta tambahan kuota haji 2024 diprioritaskan bagi calon jamaah lanjut usia (lansia). Diketahui bahwa Indonesia mendapat tambahan 20.000 kuota haji dari Kerajaan Arab Saudi.
Menurut dia, lansia yang berhak menjadi prioritas adalah yang memenuhi syarat istithaah kesehatan haji sesuai Permenkes Nomor 15 Tahun 2016.
"Masalah masa tunggu ini yang menjadi keprihatinan banyak calon jamaah karena ada yang harus menunggu hingga 40 tahun lebih, sementara usia mereka saat ini ada yang sudah kadung menginjak 50-an, bahkan sudah sepuh," kata Wisnu, Selasa 7 November 2023.
"Untuk itu, kami meminta agar mereka yang lansia ini menjadi prioritas. Mereka perlu didahulukan untuk memperoleh kuota tambahan haji tersebut," imbuhnya.
Ia menambahkan, guna memenuhi asas keadilan, opsi tahap pengamatan (screening) calon jamaah yang sudah berangkat haji perlu dilakukan agar kuota tambahan ini betul-betul dirasakan manfaatnya oleh mereka yang belum pergi ke Tanah Suci.
"Perlu saya garis bawahi bahwa ini tidak bermaksud untuk menghalangi orang ibadah, melainkan untuk memberikan kesempatan ibadah bagi mereka yang belum berkesempatan," ujarnya.
Di sisi lain, ia juga mendorong Kementerian Agama memperkuat negosiasi dengan Kerajaan Arab Saudi untuk membatalkan kebijakan pemangkasan jumlah petugas haji 2024.
Sekadar diketahui, Arab Saudi hanya akan memberikan kuota petugas haji sebanyak 2.000 orang kepada penyelenggaraan haji 2024.
"Saya khawatir petugas haji yang ada jadi kelimpungan, sehingga dikhawatirkan banyak jamaah yang tidak bisa mendapatkan bantuan yang memadai dari petugas," tuturnya.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya meminta jumlah petugas haji 2024 seminimalnya sama dengan tahun 2023. Bahkan jika perlu ditambah, karena adanya tambahan kuota haji untuk tahun 2024.
"Saya tekankan, petugas haji ini juga perlu dipastikan punya kompetensi yang memadai, paham kondisi, dan terlatih dengan baik terkait dinamika di lapangan," tandasnya.
(Hantoro)