Kemenag Sebut Kurs Faktor Penyebab Usulan Biaya Haji 2024 Jadi Rp105 Juta

Hantoro, Jurnalis
Kamis 16 November 2023 15:41 WIB
Ilustrasi Kemenag mengungkap kurs penyebab usulan biaya haji 2024 naik menjadi Rp105 juta per jamaah. (Foto: Dok Okezone/Dani Jumadil Akhir)
Share :

DIREKTUR Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief mengatakan ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab kenaikan usulan biaya haji 2024 menjadi Rp105 juta per jamaah. Di antaranya karena kenaikan kurs, baik dolar Amerika Serikat (USD) maupun riyal Arab Saudi (SAR).

Ia menerangkan, biaya haji 2023 disepakati dengan asumsi kurs 1 USD sebesar Rp15.150 dan 1 SAR sebesar Rp4.040. Sementara usulan biaya haji 2024 disusun dengan asumsi kurs 1 USD sebesar Rp16.000 dan 1 SAR sebesar Rp4.266.

"Selisih kurs ini berdampak pada kenaikan biaya layanan yang bisa diklasifikasikan dalam tiga jenis. Pertama, harga layanan dan volumenya tetap (sama dengan tahun lalu). Kenaikan usulan terjadi karena adanya selisih kurs. Misalnya, transportasi bus sholawat," terangnya di Jakarta, Rabu 15 November 2023, dikutip dari Haji.kemenag.go.id.

Kedua, lanjut dia, harga layanan naik dibanding tahun lalu dengan volume tetap. Kenaikan terjadi karena kenaikan harga dan selisih kurs. Misalnya, akomodasi di Kota Madinah dan Makkah, Arab Saudi.

"Ketiga, harga layanan naik dan volume bertambah. Kenaikan biaya disebabkan selisih harga, selisih volume, dan selisih kurs. Contohnya konsumsi di Makkah, tahun lalu hanya 66 kali makan, tahun ini menjadi 84 kali makan, sehingga ada selisih volume sampai 18 kali makan. Harga konsumsi per 1 kali makan pada tahun lalu dibanding tahun ini juga naik. Kenaikan bertambah seiring adanya perbedaan kurs," bebernya. 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Muslim lainnya