DPR menyatakan keberatan dengan tingginya biaya haji 2024 yang diusulkan pemerintah hingga mencapai Rp 105 juta per jamaah. Biaya tersebut dinilai masih bisa ditekan dengan sejumlah alternatif.
"Kami memandang bahwa usulan tersebut masih bisa turun dengan cara melakukan efisiensi pada sejumlah komponen, seperti menekan biaya penerbangan, mengubah pola permakanan/konsumsi, khidmatul masyair, pemangkasan durasi haji, serta dengan menghapus sejumlah komponen yang tidak relevan," kata anggota Komisi VIII DPR RI Wisnu Wijaya, Kamis 16 November 2023.
Oleh karena itu, Anggota Panja BPIH ini menawarkan sejumlah solusi untuk bisa menurunkan biaya haji 2024 dari yang diusulkan pemerintah. Pertama, mendesak agar layanan penerbangan haji dibuka seluas-luasnya bagi seluruh maskapai.
"Layanan penerbangan perlu dibuka untuk semua maskapai, sehingga nantinya ada kompetisi yang bisa menghasilkan harga bersaing sekaligus bisa memberi lebih banyak opsi atau tawaran bagi kita untuk memilih layanan yang lebih menjanjikan dan berkualitas. Pasalnya, komponen penerbangan ini menjadi salah satu penyumbang biaya tinggi terhadap BPIH," ungkapnya.
Kedua, terkait konsumsi, ia meminta agar opsi untuk mengubah pola makan dengan pemberian uang tunai kepada jamaah sebagai kompensasi biaya makan bagi jamaah perlu dipertimbangkan serius.
"Selain untuk menghindari makanan katering yang terbuang mubazir, juga akan lebih hemat dan lebih leluasa bagi para jamaah haji, karena mereka akan menyiapkan sendiri lauk-pauk yang sesuai dengan selera dan lidah mereka. Di sisi lain juga memberikan multiplier effect keekonomian bagi usaha mikro kecil di Tanah Air," tuturnya.