Dijelaskannya, setiap maktab ada 750an jemaah yang melaksanakan murur. Sehingga dengan jumlah 73 maktab yang ditempati jemaah haji Indonesia, angka 55 ribu itu bisa tercapai. “Nanti kita tinggal sesuaikan dengan jumlah bus yang diperlukan,” katanya.
Seluruh jamaah yang berangkat dari Makkah ke Arafah, kata dia, akan mengikuti skema normal. Pada tanggal 9 Dzulhijah (16 Juni 2024) ketika terbenam matahari di Arafah, jamaah mulai digerakkan menuju Muzdalifah dan juga ke Mina. “Pada fase ini trip pertama dan kedua diperuntukkan untuk jemaah murur,” katanya.
Setelah selesai trip pertama dan kedua, jemaah non murur akan diikuti skema normal. Di mana mereka akan bergerak dari Arafah ke Muzdalifah pada pukul 23.00 dan mereka sudah harus berada di Mina paling lambat pukul 08.30 Waktu Arab Saudi.
(Fahmi Firdaus )