Kemenag Berani Berinovasi, Haji 2024 Sukses dan Bisa Jadi Role Model Penyelenggaraan ke Depan

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Rabu 19 Juni 2024 17:47 WIB
Santri dan Alumni MCH Gelar Khataman Alquran Untuk Kesuksesan Haji 2024
Share :

JAKARTA – Penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 berjalan sukses seiring berakhirnya fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) tanpa dilalui dengan masalah besar.

Alumni Media Center Haji (MCH) Indonesia menilai haji 2024 bisa menjadi contoh (role model) penyelenggaraan haji ke depan karena meski jemaahnya sangat besar, namun tetap terlaksana dengan sangat baik.

Demikian diutarakan Abdul Khakim, anggota MCH Tahun 2010 saat memberikan sambutan pada penutupan Khataman Alqur’an 30 Juz untuk Kesuksesan Haji 2024 di Ciputat, Tangerang Selatan.

“Haji 2024 adalah sejarah, karena jemaah Indonesia terbesar dari yang pernah ada. Total 241.000. Dengan jamaah reguler 213.320,”ujar Hakim, Rabu (19/6/2024).

“Tanpa mengesampingkan hal yang bersifat kasuistis, hingga selesai puncak haji tidak ada kasus krusial berarti. Sebaliknya, berkat berbagai inovasi berani dari Kementerian Agama, layanan kepada jamaah kian baik dan terasa manfaatnya,”sambungnya.

Hakim menilai, jumlah jamaah haji reguler Indonesia tahun ini yang mencapai 213.320 orang bukanlah angka yang sedikit. Bahkan tak sekadar menghadapi jumlah jemaah yang besar, panitia haji juga memiliki tantangan dengan banyaknya jamaah lansia. Namun beragam terobosan seperti murur untuk menghindari ketersendatan mobilisasi jamaah dari Muzdalifah ke Mina, menjadi langkah strategis dan efektif.

“Jamaah diketahui sudah bergeser seluruhnya ke Muzdalifah pada pukul 07.37 WAS. Ini berbeda dengan tahun 2023 ketika jemaah terakhir meninggalkan Muzdalifah pukul 13.30 WAS,” pungkasnya.

Inovasi Kemenag Berdampak Positif

Erwin Dariyanto, anggota MCH Tahun 2023 menambahkan, inovasi-inovasi yang dilakukan Kemenag terbukti telah berdampak positif, khususnya bagi jamaah.

Dia mencontohkan kebijakan memperbanyak pemeriksaan dokumen imigrasi secara cepat (fast track) lewat Program Mecca Route 2024 berjalan efektif. Tahun ini, sistem fast track diperluas hingga Bandara Adisoemarmo Solo dan Bandara Juanda Surabaya.

Sebelumnya fast track hanya dinikmati jemaah yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Jamaah sangat diuntungkan karena fisik dan waktunya tidak terkuras. Pada pelayanan katering jemaah, tahun ini Kemenag juga menambah menu makanan yang bercitarasa Indonesia. Selain disukai jamaah haji, inovasi ini juga meningkatkan ekspor bahan baku dan jumlah pekerja seperti juru masak (chef).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Muslim lainnya