JAKARTA - Malam Nuzulul Quran yang diperingati pada 17 Ramadan menjadi momen suci peringatan turunnya wahyu pertama Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW. Momen istimewa ini memiliki keberkahan dan keutamaan bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Berikut 5 dalil Al-Qur'an dan hadits sahih yang menjadi landasan utama dari Nuzulul Quran, beserta dengan artinya.
QS. Al-Baqarah: 185
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْ أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
Syahru Ramadhaanalladzi unzila fiihil Qur'anu hudan linnaasi wa bayyinaatin minal hudaa wal furqaan
Arti: "Bulan Ramadhan, bulan diturunkannya Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelas petunjuk, dan pembeda (hak-batil)."
QS. Ad-Dukhan: 3
إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَىٓلَةٍ مُّبَٰرَكَةٍ ۖ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ
Innâ anzalnâhu fî lailatin mubârakatin innâ kunnâ mundzirîn
Arti: "Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sesungguhnya Kami adalah pemberi peringatan."
Menurut Ibnu Katsir, 'malam yang diberkahi' merujuk pada malam Lailatul Qadar atau malam 17 Ramadan. Pada malam ini Al-Qur'an diturunkan sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia.
QS. Al-Anfal: 41
وَاعْلَمُوْا أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِنْ شَىْءٍ فَأَنَّ لِلّٰهِ خُمُسَهُ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۙ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللّٰهِ وَبِمَآ أَنْزَلْنَآ عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗ وَاللّٰهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Wa‘lamûu annamâ ghanimtum min syai'in fa annallâhi humsusahu wa lirrasûli wa lizil qurbâ wal yataamâ wal masâkiina wa ibnissabiili in kuntum aaman-tum billâhi wa bimâ anzalnâ ‘alâ ‘abdina yauwmal furqâni yauwmal taqal jam‘âni wallâhu ‘alâ kulli syai'in qadiir.
Arti: "Dan ketahuilah bahwa apa yang kamu dapatkan dari harta rampasan perang, maka seperlima baginya adalah hak Allah, hak Rasul, hak kerabat (Bani Hasyim & Bani Muthalib), anak yatim, orang miskin, dan musafir... pada hari Furqan (Perang Badar), hari bertemunya dua golongan besar."
Perang Badar terjadi pada 17 Ramadhan 2 Hijriah, yang bertepatan dengan peringatan hari diturunkannya Al-Quran. Hari Furqan, atau Hari Pembeda ditafsirkan sebagai pembeda antara Islam dan kekufuran melalui kemenangan Badar. Al-Furqan, yang berarti pembeda juga merupakan nama dari Al-Quran.
Hadits Zaid bin Arqam (HR. Ath-Thabarani)
مَنْ أَحْيَا لَيْلَةَ السَّبْعَ عَشْرَ مِنْ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Man aḥyā lailata-s sab‘i ‘asyr(i) min Ramadān(i) īmānan waḥtisāban ghufira lahu mā taqaddama min dzanbih(i)
Arti: "Barangsiapa menghidupkan malam 17 Ramadan dengan iman dan ihlas, maka dosa-dosanya diampuni."
Hadits Abu Hurairah (HR. Bukhari-Muslim no. 1079)
إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ
Idzā dakhalasyahru Ramadān(i) futiḥat abwābu-s samā’i wa ghuliqat abwābu-n nāri
Arti:"Apabila memasuki Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup."
Hadits ini menjadi penguat keutamaan bulan Ramadhan, sebagai bulan suci umat Islam dan bulan diturunkannya Al-Quran.
Lima dalil ini menjadi fondasi aqidah Nuzulul Quran, yang tahun ini akan jatuh pada 6 Maret, atau 7 Maret 2026, bergantung penghitungan yang digunakan. Amalkan tilawah dan itikaf untuk meraih keberkahan malam Nuzulul Qur'an.
(Rahman Asmardika)