JAKARTA - Mandi sunnah sebelum sholat Idul Fitri menjadi amalan yang dianjurkan para ulama untuk menyambut hari raya dengan kesucian fisik dan spiritual. Mandi sunnah ini dilakukan paling utama setelah terbit fajar pada 1 Syawal hingga sebelum sholat Id, meski boleh sejak tengah malam akhir Ramadhan.
Tata cara mandi sunnah ini mirip mandi wajib, tapi dengan niat khusus untuk hari raya, seperti dijelaskan dalam kitab Al-Muwattha'.
Niat dibaca dalam hati atau dilafazkan saat mengguyur kepala, sesuai tuntunan ulama.
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu ghusla ‘îdil fithri sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku niat mandi untuk merayakan Idul Fitri sebagai sunnah karena Allah Ta’ala.”
Ikuti urutan berikut secara bertahap untuk memastikan kesempurnaan ibadah, baik bagi pria maupun wanita.
Mandi sunnah ini membersihkan hadas besar secara sukarela, menambah kesempurnaan persiapan sholat Id, dan menjadi bentuk ikut sunnah Rasulullah SAW. Bagi wanita, langkah sama tapi prioritaskan privasi; gunakan air suci dan suci (mengalir atau mutlak).
(Rahman Asmardika)