Contoh Khutbah Idul Fitri Muhammadiyah 20 Maret 2026

Rahman Asmardika, Jurnalis
Rabu 18 Maret 2026 15:01 WIB
Ilustrasi.
Share :

Inilah solusi yang paling fundamental. Ketika kita berhasil mencetak generasi yang memiliki akar iman yang kuat—sebagaimana pohon yang baik tadi yang disebutkan dalam surat Ibrahim ayat 24—maka mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang berani melawan kezaliman geopolitik dengan kecerdasan strategi, melawan kemiskinan dengan inovasi ekonomi, dan melawan perpecahan dengan keluasan ilmu dan kerendahan hati. Transformasi besar dunia Islam hanya akan terjadi jika kita memulai berorientasi pada kualitas dari dalam diri setiap individu Muslim.

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar walillāhil-ḥamd.

Keunggulan individu yang telah kita bentuk selama Ramadan tidak boleh berhenti pada kesalehan pribadi semata. Ia harus bertransformasi menjadi energi kolektif yang melahirkan masyarakat berkualitas unggul. Jika individu adalah akar dan batang pohon yang kuat, maka masyarakat adalah hutan yang kokoh, yang mampu menahan badai dan memberikan perlindungan bagi kehidupan. Masyarakat unggul inilah yang menjadi prasyarat mutlak bangkitnya kembali peradaban Islam di panggung dunia.

Pilar pertama dari masyarakat unggul tersebut adalah pendidikan yang melampaui sekadar formalitas ijazah. Kita membutuhkan sebuah ekosistem sosial yang memiliki budaya belajar yang haus akan ilmu pengetahuan dan menghidupkan kembali tradisi riset yang tinggi. Sejarah membuktikan bahwa sebuah bangsa akan memimpin dunia ketika mereka menjadi pusat ilmu pengetahuan. Kita merindukan masyarakat yang menjadikan perpustakaan dan laboratorium sebagai jantung aktivitasnya, bukan sekadar tempat penyimpanan arsip. Cinta terhadap ilmu harus mendarah daging, di mana setiap fenomena alam dan sosial dibaca dengan riset yang mendalam, karena hanya dengan ilmu pengetahuanlah kita dapat mengelola bumi ini sesuai dengan mandat sebagai khalifah.

Keunggulan intelektual tersebut kemudian harus ditopang oleh kemandirian ekonomi dan etos budaya yang kuat. Kita mendambakan masyarakat yang sejahtera, di mana kesejahteraan tersebut diraih melalui disiplin yang baja dan etos kerja keras yang tak kenal lelah. Ramadan telah melatih kita untuk bangun lebih awal dan mengatur waktu dengan presisi. Secara empirik, tidak ada peradaban yang besar tanpa landasan ekonomi yang mandiri. Masyarakat yang unggul adalah masyarakat yang mampu berdiri di atas kaki sendiri, produktif, dan tidak membiarkan dirinya terbelenggu dalam jerat kemalasan atau ketergantungan yang melemahkan martabat.

Lebih jauh lagi, masyarakat yang berkualitas harus memiliki integritas sosial-politik yang kokoh. Kita harus membangun tatanan yang bersih dari virus korupsi yang merusak sendi-sendi keadilan. Keunggulan peradaban hanya bisa dicapai jika sebuah bangsa memiliki kemandirian sejati—sebuah bangsa yang berdaulat dan tidak mendiktekan nasibnya kepada kekuatan asing mana pun. Di sinilah peran umat Islam menjadi sangat krusial: kita harus menjadi aktor utama dalam menegakkan keadilan dan perdamaian dunia.

 

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya