Contoh Khutbah Idul Fitri Muhammadiyah 20 Maret 2026

Rahman Asmardika, Jurnalis
Rabu 18 Maret 2026 15:01 WIB
Ilustrasi.
Share :

Berbeda dengan tatanan global yang sering kali menggunakan standar ganda—di mana mereka berbicara tentang kebebasan namun membiarkan penjajahan—masyarakat Muslim yang unggul harus tampil dengan konsistensi moral yang tinggi. Kita harus menjadi garda terdepan dalam membela yang tertindas tanpa melihat latar belakang, serta aktif menciptakan perdamaian yang didasarkan pada kejujuran dan nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Dengan memiliki masyarakat yang disiplin, berilmu, mandiri secara ekonomi, dan berwibawa secara politik, barulah kita dapat memastikan bahwa cahaya Islam benar-benar menjadi rahmat yang nyata bagi seluruh alam.

Allāhu akbar, Allāhu akbar, walillāhil-ḥamd.

Jamaah shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah,

Sebagai penutup dari renungan kita di pagi yang suci ini, marilah kita bawa pulang satu kesadaran besar: bahwa Idul Fitri bukanlah garis finis, melainkan garis start untuk membuktikan bahwa pendidikan Ramadan benar-benar telah mengubah diri kita. Jika Ramadan adalah madrasah, maka hari-hari setelah ini adalah medan ujian yang sesungguhnya. Kita tidak boleh membiarkan akar iman dan kedisiplinan yang telah kita tanam selama sebulan penuh ini layu begitu saja. Sebaliknya, kita harus memastikan bahwa pohon keunggulan dalam diri kita mulai berbuah, memberikan keteduhan bagi keluarga, kemajuan bagi masyarakat, dan martabat bagi peradaban Islam.

Kita telah melihat betapa rapuhnya tatanan dunia ketika arogansi militer dan hipokrasi politik dibiarkan merajalela. Namun, kita juga telah menyadari bahwa kunci untuk melawan kegelapan itu bukan hanya dengan kutukan atau air mata, melainkan dengan kekuatan nyata yang lahir dari manusia-manusia unggul. Dunia Islam tidak akan disegani hanya karena jumlah populasinya yang besar atau sumber daya alamnya yang melimpah, melainkan karena kualitas intelektual, kekuatan akhlak, dan soliditas persatuan umatnya. Inilah jalan panjang yang harus kita tempuh. Inilah perjuangan peradaban yang dimulai dari meja-meja belajar kita, dari kejujuran di tempat kerja kita, dan dari persaudaraan yang melintasi batas-batas kelompok.

Mari kita jadikan spirit Idul Fitri tahun ini sebagai kesempatan untuk mengakhiri krisis kepemimpinan dan fragmentasi umat. Jangan lagi ada koalisi yang melemahkan sesama saudara, jangan lagi ada ego yang menghambat kemajuan bersama. Kita adalah satu tubuh. Luka di Gaza, derita di Lebanon, dan kehancuran di Iran adalah luka kita semua yang hanya bisa disembuhkan jika kita kembali menjadi umat yang kuat, mandiri, dan berorientasi pada masa depan.

 

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya