JAKARTA - Menjelang Hari Raya Iduladha, pemilihan hewan kurban menjadi fokus utama bagi umat Muslim di Indonesia yang ingin menunaikan ibadah sesuai syariat. Tidak hanya soal ukuran dan bobot, keabsahan kurban juga sangat bergantung pada kondisi fisik serta jenis hewan yang dipilih.
Di Indonesia, terdapat lima jenis sapi yang paling sering menjadi pilihan untuk dijadikan hewan kurban karena kualitas daging dan daya tahan tubuhnya. Berikut adalah 5 jenis sapi kurban yang populer di tanah air:
Sapi asal Prancis ini merupakan salah satu primadona kelas berat di Indonesia. Memiliki ciri khas warna cokelat tua atau merah bata dengan bulu yang halus, sapi ini dikenal karena pertumbuhan ototnya yang sangat cepat.
Keunggulan: Bobotnya bisa mencapai lebih dari satu ton. Dagingnya dikenal empuk dan memiliki persentase karkas (daging murni) yang tinggi dibandingkan lemaknya.
Berasal dari lembah Simme di Swiss, sapi ini memiliki postur tubuh yang kekar dan tinggi. Secara visual, sapi Simmental mudah dikenali dari warna kulit cokelat kemerahan dengan corak putih pada bagian muka, lutut ke bawah, dan ujung ekor.
Keunggulan: Memiliki volume daging yang sangat melimpah. Ukuran tulangnya yang besar membuatnya tampak sangat gagah sebagai hewan kurban premium.
Sapi PO sering disebut sebagai "Sapi Jawa" karena populasi terbesarnya berada di Pulau Jawa. Sapi ini merupakan hasil persilangan antara sapi Ongole dari India dengan sapi lokal Indonesia. Ciri khasnya adalah warna putih keabu-abuan, memiliki punuk di punggung, dan gelambir di bawah leher.
Keunggulan: Memiliki daya tahan yang sangat baik terhadap cuaca panas dan penyakit. Secara ekonomi, sapi ini lebih terjangkau dibandingkan jenis impor namun tetap memiliki bobot yang ideal untuk kurban kolektif.
Sapi Bali adalah jenis sapi asli Indonesia hasil domestikasi dari banteng liar. Secara fisik, sapi ini memiliki warna merah bata (betina) atau hitam (jantan), dengan ciri khas "kaos kaki" putih pada keempat kakinya dan area putih di bagian bokong.
Keunggulan: Dikenal memiliki struktur daging yang padat dengan serat yang halus dan rendah lemak. Efisiensi karkasnya merupakan yang terbaik di antara sapi lokal lainnya.
Sesuai namanya, sapi ini berasal dari Pulau Madura. Sapi ini memiliki ukuran tubuh yang cenderung lebih kecil dan kompak dibandingkan sapi Limosin atau Simmental, namun sangat tangguh dalam kondisi pakan terbatas.
Keunggulan: Sapi Madura memiliki kualitas daging yang sangat baik dengan tulang yang kecil, sehingga jumlah daging yang dihasilkan relatif banyak untuk ukurannya. Sapi ini juga dikenal memiliki daya adaptasi yang luar biasa terhadap lingkungan di Indonesia.
Selain memilih jenisnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan umat Muslim untuk memperhatikan status kesehatan hewan. Melalui Fatwa No. 34 Tahun 2023, MUI menekankan bahwa hewan kurban harus memenuhi kriteria syar'i, yaitu:
Dengan memahami jenis dan kriteria ini, diharapkan ibadah kurban Anda tidak hanya berkualitas secara fisik, tetapi juga sempurna secara spiritual sesuai tuntunan agama.
(Rahman Asmardika)