Tabungan receh yang dikumpulkan selama bertahun-tahun itu akhirnya cukup untuk biaya haji, sementara kekurangannya dibantu oleh anak-anaknya.
Perjalanan ke Tanah Suci ini juga menjadi pengalaman pertama Mbah Marsiyah menaiki pesawat terbang.
Meski usianya telah lebih dari satu abad, kondisi Mbah Marsiyah relatif stabil. Namun pihak keluarga tetap memberikan pengawasan ketat terhadap aktivitasnya karena ia pernah terjatuh di kamar mandi hingga harus menggunakan tongkat bantu.
"Dulu pernah jatuh saat di kamar mandi, lalu dibelikan tongkat oleh anak. Sekarang sudah tidak apa-apa," katanya.
Selama di Tanah Suci, anak perempuannya mendampingi secara penuh agar kondisi kesehatannya tetap terjaga menjelang puncak ibadah haji di Arafah.
Petugas kesehatan haji juga mengapresiasi sikap hati-hati Mbah Marsiyah yang dinilai membantu mencegah risiko kedaruratan medis pada jemaah lansia.
Kini, Mbah Marsiyah difokuskan untuk beristirahat di pemondokan sebelum menjalani rangkaian ibadah wajib di Masjidil Haram.
(Awaludin)