MINA – Pemandangan berbeda terlihat di kawasan timur Lembah Mina yang membentang ke arah distrik Mua'sim, Makkah, Arab Saudi. Lazimnya bangunan berwarna putih atau krem laksana pasir gurun di sepanjang jalan, namun satu kompleks tampak mencolok karena bercat warna-warni tiap unitnya, mulai merah, hijau hingga biru.
Inilah pusat operasi penyembelihan hewan kurban Pemerintah Arab Saudi, Adahi. Bernama resmi The Kingdom of Saudi Arabia Project for Utilization of Hady and Adahi (Adahi), lembaga ini melayani penyembelihan hewan kurban, dam (denda), fidyah, aqiqah, dan sedekah bagi para tamu Allah (jamaah haji/umrah), dan pengunjung Makkah sepanjang tahun.
Terdapat tujuh kompleks yang menyediakan layanan berkualitas tinggi di pusat rumah penyembelihan hewan kurban Adahi. Seluruh operasi berlangsung dalam sistem terpadu demi mempermudah prosedur dan memenuhi ketentuan syariah mulai dari penerbitan voucher hingga penyembelihan, pengolahan, pendinginan, pengemasan, transportasi, dan distribusi kepada penerima manfaat yang memenuhi syarat di dalam dan luar Kerajaan.
Sistem Otomatis
General Manager Hady & Adahi Program, Seraj Mohammed Alfelail menegaskan, Adahi memberlakukan standar ketat kurban. Setiap hewan menjalani pemeriksaan untuk memastikan memenuhi persyaratan usia syariat dan standar kesehatan.
Usai pemotongan, daging kemudian dibersihkan menggunakan pabrik otomatis. Tempat ini juga dilengkapi fasilitas penyimpanan dingin di lantai dasar dan 20 freezer besar yang dijaga pada suhu -25°C.
“Proyek ini memiliki kapasitas untuk menyembelih 1,5 juta domba dan 10.000 unta atau sapi. Untuk Haji 2026, otoritas telah menerima permintaan lebih dari 800.000 hewan kurban,” kata Seraj.
Proyek ini termasuk sistem otomatis terbesar di dunia dalam hal teknologi dan sumber daya manusia. Adahi mempekerjakan 25.000 personel termasuk 17.000 tukang jagal berpengalaman untuk mengelola penyembelihan, pengemasan berteknologi tinggi, dan penyimpanan berpendingin yang besar.
Proyek Adahi
Proyek Adahi yang didirikan pada 1403 Hijriah atau 1983 merupakan fasilitas penting bagi jamaah haji dan umrah. Mengutip laman resmi Adahi, proyek ini bekerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah Saudi untuk menyediakan layanan penyembelihan yang efisien.
Adahi lahir karena pengalaman masa lalu saat sebagian besar jamaah haji yang berkurban, banyak daging terbuang sia-sia karena jumlah yang begitu besar. Belajar dari situasi tersebut, otoritas melahirkan ide rumah jagal terpadu untuk penyembelihan dan pemotongan hewan kurban. Saat ini distribusi hewan kurban sudah menembus lebih dari 27 negara.
“Operasi diawasi oleh tim khusus, serta komite syariah, veteriner, dan teknis, untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan keagamaan dan kesehatan yang disetujui, yang berkontribusi pada penyampaian layanan yang andal dan aman kepada Tamu Allah,” tulis keterangan resmi Adahi.
(Arief Setyadi )