Khutbah Jumat: Bercanda dan Batasannya dalam Islam

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 02 Oktober 2026 09:05 WIB
Ilustrasi.
Share :

JAKARTA - Bercanda merupakan bagian dari warna dalam pergaulan kehidupan manusia di dunia. Islam tidak melarang umatnya untuk tertawa dan bergembira. Namun, ada batas-batas yang harus dijaga agar candaan tidak memunculkan hal-hal negatif. Rasulullah juga telah memberikan teladan bagaimana bercanda dengan tetap disertai kejujuran, adab, dan tidak berlebihan.  

Berikut naskah khutbah Jumat berjudul, “Bercanda dan Batasannya dalam Islam”, sebagaimana dilansir NU Online.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ، وَجَعَلَ فِيْهِ مَنَاهِجَ الْهِدَايَةِ لِلنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْأَمِيْنُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ الْمَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْا ۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ ۝٥٨

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Menjadi kewajiban bagi setiap khatib dalam khutbahnya untuk senantiasa berwasiat takwa. Oleh karena itu mari kita semua menguatkan takwa kita kepada Allah swt yang wujud nyatanya adalah dengan senantiasa menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya.  

Pada kesempatan kali ini, khatib akan mengangkat sebuah tema berkaitan dengan aktivitas yang sering kita lakukan dalam interaksi sehari-hari dengan orang lain. Jika kita bisa melakukannya dengan baik dan proporsional, maka kehidupan kita akan menjadi bahagia dan ceria. Namun jika kita melakukannya dengan tidak bijak, maka masalah bisa muncul dan menjadikan hubungan kita dengan orang lain akan bermasalah. Hal tersebut adalah tentang bercanda atau bergurau.  

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Dalam pergaulan kita sehari-hari, candaan sering menjadi cara untuk mencairkan suasana, menghilangkan ketegangan, mempererat persahabatan, dan membuat komunikasi terasa lebih akrab. Namun sebagai seorang Muslim, kita harus memahami bahwa tidak semua candaan dapat dibenarkan.  

Ada batas-batas yang harus dijaga agar sesuatu yang awalnya dimaksudkan untuk menghibur tidak berubah menjadi dosa dan menyakiti orang lain. Islam sendiri tidak mengajarkan umatnya untuk selalu berada dalam suasana tegang, serius, dan sedih. Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:

  قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْا ۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ ۝٥٨

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya itu, hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” (QS Yunus: 58)

Rasulullah saw juga pernah bercanda dengan para sahabat dan orang-orang di sekitarnya. Akan tetapi, candaan Rasulullah selalu berada dalam koridor kebenaran dan akhlak mulia.  

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya