5 Amalan Sebelum Tidur Agar Hati Lebih Damai dan Tenang

Niken Wulandari, Jurnalis
Senin 19 Oktober 2026 16:48 WIB
Ilustrasi.
Share :

JAKARTA – Lima amalan sebelum tidur agar hati lebih damai dan tenang menarik untuk diulas, terutama bagi siapa pun yang pikirannya sering terasa riuh ketika malam tiba. Setelah seharian disibukkan oleh banyaknya pekerjaan dan berbagai kekhawatiran, tubuh mungkin sudah lelah, tetapi pikiran belum juga ikut beristirahat.

Bagi umat Muslim, ketenangan itu sebenarnya sudah lebih dulu dituntunkan lewat sunah. Rasulullah SAW mencontohkan sejumlah amalan sederhana setiap malam sebelum terlelap, mulai dari bersuci hingga berdoa menyerahkan diri kepada Allah SWT.

Lantas, apa saja amalan sebelum tidur yang bisa dilakukan agar hati lebih damai dan tenang?

1. Bersuci dengan Berwudu

Amalan pertama yang dianjurkan Rasulullah SAW adalah berwudu sebelum berbaring di tempat tidur. Anjuran ini beliau sampaikan kepada sahabat Al-Bara’ bin ‘Azib RA, sebagaimana dicatat Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin pada bab zikir ketika menjelang tidur. Rasulullah SAW bersabda:

وَعَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:  إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ، وَقُلِ: اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ، فَإِنْ مِتَّ مِتَّ عَلَى الْفِطْرَةِ، وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَقُولُ» مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Allāhumma aslamtu nafsī ilaika, wa wajjahtu wajhī ilaika, wa fawwaḍtu amrī ilaika, wa alja’tu ẓahrī ilaika, raghbatan wa rahbatan ilaika, lā malja’a wa lā manjā minka illā ilaika. Āmantu bikitābikal-lażī anzalta, wa binabiyyikal-lażī arsalta.

Artinya: “Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku menghadapkan wajahku kepada-Mu, aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, aku menyandarkan punggungku kepada-Mu, karena senang (mendapatkan rahmat-Mu) dan takut pada (siksaan-Mu, bila melakukan kesalahan). Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dari (ancaman)-Mu, kecuali kepada-Mu. Aku beriman pada kitab yang telah Engkau turunkan, dan (kebenaran) Nabi-Mu yang telah Engkau utus. Maka jika engkau mati pada malam ini, engkau mati dalam keadaan fitrah (tauhid, iman, dan Islam). Jadikan pula kalimat tersebut sebagai akhir perkataanmu.” (HR. Bukhari no. 247, 6313 dan Muslim no. 2710)

Bersuci dengan berwudu sebelum tidur bukan sekadar menjaga kebersihan, melainkan juga pintu menuju hati yang lebih damai. Lewat doa yang menyertainya, seorang Muslim diajak menyerahkan diri dan seluruh urusannya kepada Allah SWT, sebab hanya Dia yang mampu melindungi dan menyelamatkan hamba-Nya. Siapa yang menyandarkan segala urusannya kepada Allah akan dicukupkan oleh-Nya, sehingga beban pikiran yang tadinya mengganjal bisa dilepaskan dan hati pun lebih tenang saat memejamkan mata.

 

2. Mengibaskan Tempat Tidur dan Berbaring Menghadap Kanan

Setelah bersuci, amalan berikutnya adalah menyiapkan tempat tidur dan cara berbaring seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Anjuran ini beliau sampaikan dalam sabdanya yang diriwayatkan Abu Hurairah RA:

إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَنْفُضْ فِرَاشَهُ بِدَاخِلَةِ إِزَارِهِ، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي مَا خَلَفَهُ عَلَيْهِ، ثُمَّ يَقُولُ: بِاسْمِكَ رَبِّ وَضَعْتُ جَنْبِي، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

Idzā awā aḥadukum ilā firāsyihī falyanfuḍ firāsyahū bidākhilati izārih, fa innahū lā yadrī mā khalafahū ‘alaih. Tsumma yaqūlu: Bismika rabbī waḍa’tu janbī, wa bika arfa’uh, in amsakta nafsī farḥamhā, wa in arsaltahā faḥfaẓhā bimā taḥfaẓu bihī ‘ibādakaṣ-ṣāliḥīn.

Artinya: “Apabila salah seorang di antara kalian menghampiri kasurnya (untuk tidur), hendaknya ia mengibaskan kasurnya dengan ujung sarungnya, karena ia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya, lalu mengucapkan, ‘Dengan nama-Mu, wahai Tuhanku, aku rebahkan tubuhku dan dengan nama-Mu aku mengangkatnya. Jika Engkau renggut nyawaku, maka kasihanilah ia. Jika Engkau melepaskannya, maka jagalah ia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang saleh.’” (HR. Bukhari no. 6320 dan Muslim no. 2714)

Mengibaskan kasur adalah bentuk ikhtiar menjaga diri, sebab tempat tidur yang ditinggalkan bisa saja dimasuki serangga berbahaya atau terkena debu. Kibasan dilakukan dengan bagian dalam ujung kain bawah agar lebih mudah dan bagian luar kain tidak ikut kotor. Dalam riwayat At-Tirmidzi, kibasan dilakukan tiga kali bila seseorang bangun lalu kembali ke tempat tidurnya (HR. Tirmidzi no. 3401).

Setelah itu, Rasulullah SAW menganjurkan berbaring pada sisi tubuh sebelah kanan, sebagaimana sabda beliau kepada Al-Bara’ bin ‘Azib RA:

ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ

Tsummaḍṭaji’ ‘alā syiqqikal-aymān.

Artinya: “Kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan.” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

Hikmah amalan ini terletak pada penyerahan diri kepada Allah SWT. Lewat doa setelah mengibaskan kasur, seorang hamba menitipkan nyawanya kepada Sang Pencipta yang menjaga dan mengembalikannya, sebab ia sendiri tidak berdaya atas hidup dan matinya.

 

3. Membaca Ayat Kursi

Membaca Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) sebelum tidur dianjurkan karena menghadirkan rasa aman. Dalam hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah RA, siapa yang membacanya ketika hendak tidur akan dijaga Allah dan tidak didekati setan hingga subuh. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutnya ayat paling agung dalam Al-Qur’an. Isinya mengingatkan bahwa Allah Maha Hidup dan tidak pernah tidur, sehingga hati yang gelisah bisa menyerahkan penjagaannya kepada-Nya.

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm. Lā ta’khużuhū sinatuw wa lā naūm. Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ. Man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi’iżnih. Ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum. Wa lā yuḥīṭūna bisyai’im min ‘ilmihī illā bimā syā’. Wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ. Wa lā ya’ūduhū ḥifẓuhumā wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.

Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.”

4. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Amalan berikutnya adalah membaca tiga surah pendek yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW sebelum tidur, yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Aisyah RA meriwayatkan bahwa setiap malam beliau menyatukan kedua telapak tangan, meniupnya, membacakan ketiga surah tersebut, lalu mengusapkan tangan ke seluruh bagian tubuh yang terjangkau, dimulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuh. Hal itu dilakukan sebanyak tiga kali (HR. Bukhari dan Muslim).

Ketiganya dikenal sebagai surah-surah perlindungan yang mengajarkan tauhid sekaligus memohon perlindungan dari berbagai keburukan, termasuk bisikan setan. Membacanya menghadirkan rasa aman yang menenangkan hati.

 

5. Membaca Doa Sebelum Tidur

Amalan penutup adalah membaca doa sebelum tidur sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah. Tidur dan bangun menandai berakhir dan dimulainya aktivitas, sementara kematian bisa datang kapan saja, termasuk saat seseorang terlelap. Karena itu, Rasulullah SAW terbiasa berdoa sebelum memejamkan mata (HR. Bukhari).

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

Bismika allāhumma amūtu wa aḥyā.

Artinya: “Dengan nama-Mu, ya Allah, aku mati dan aku hidup.”

Doa ini mengingatkan bahwa hidup dan mati sepenuhnya berada di tangan Allah SWT. Dengan menyadarinya, seorang hamba tidak perlu memikul kecemasan yang tak bisa ia kendalikan, dan ia menutup harinya dengan zikir sebagai ucapan terakhir. Hati pun lebih tenteram karena tidur dimulai dengan bersandar kepada-Nya.

Kelima amalan sebelum tidur ini mengajak kita menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. Dengan membiasakannya setiap malam, semoga hati yang riuh perlahan akan menjadi tenang, dan tidur pun terasa lebih damai.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya