Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Laporan dari Arab Saudi

Jamaah Haji Diminta Hindari Pemborosan

Akmal Irawan , Jurnalis-Senin, 19 November 2012 |20:09 WIB
Jamaah Haji Diminta Hindari Pemborosan
Jamaah haji Indonesia (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

MADINAH - Pascapelaksanaan haji dan di masa-masa pemulangan menuju ke tanah air jamaah haji telah mengalihkan perhatian. Banyak jamaah haji Indonesia kemudian membeli buah tangan atau oleh-oleh bagi sanak keluarga di tanah air.

Namun, permasalahan timbul ketika jamaah, membeli oleh-oleh secara berlebihan dan menyebabkan banyak barang yang tidak terangkut akibat melanggar ketentuan.

Kepala Bimbingan Ibadah Daker Madinah, Nurudin mengingatkan, pembelian oleh-oleh buat keluraga di tanah air sebaiknya tidak berlebihan dan mengakibatkan pemborosan serta mubazir.

Menurut Nurudin, Pemborosan terjadi ketika barang bawaan berupa oleh-oleh akhirnya tidak ternagkut dan menjadi barang tercecer akibat membeli barang dengan berat melanggar ketentuan.

"Oleh karena itu, perlu diprioritaskan mana yang lebih penting di dalam belanja ini dari segi manfaatnya. Perlu dipilah-pilah jadi ada prioritas-prioritas yang perlu dibeli dan tidak terlalu boros," pintanya.

Jika membeli terlalu banyak, maka barang tersebut bisa saja tidak terbawa akibat adanya batas ketentuan berat penerbangan yakni hanya 32 kg.

"Kasihan akhirnya menjadi barang-barang yang tidak bisa dibawa dan dalam kaitan agama juga  pemborosan juga tidak diperbolehkan," jelas Nurudin.

Pemborosan juga dapat dinilai, jika sudah mempunyai barang di rumah, ternyata membeli barang yang sama. "Kadang sudah punya di rumah, ingin beli lagi sehingga dari manfaatnya berkurang," imbuhnya.

Kepala Seksi Pelayanan Ibadah Daker Madinah, Nurudin mencontohkan suka membeli, padahal di rumah sudah punya, seperti jam, sudah punya satu ingin beli lagi sehingga akan berkurang manfaatnya. "Perlu juga dipikirkan, pemerataan hak-hak orang lain yang berkaitan dengan infak, sadakoh yang lebih manfaat," tuturnya.

Nurudin menyarankan, untuk pembelian oleh-oleh sebaiknya juga diutamakan yang berkaitan dengan ibadah seperti pembelian Alquran, sajadah, serta tasbih. "Karena niat ke tanah suci adalah ibadah, maka sebaiknya barang oleh-oleh yang dibawa juga berkaitan dengan ibadah," sarannya.

Sebelumnya, barang tercecer milik jamaah haji indonesia telah mencapai berat 3 ton setelah dilakukan pemeriksan di bandara Jeddah, Arab Saudi. Barang tercecer, adalah barang yang tidak boleh dibawa akibat melebihi berat beban barang bawaan 32 kg, air zam dan benda yang dilarang lainnya dalam aturan penerbangan.

(M Budi Santosa)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement