Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Laporan dari Arab Saudi

Barang Tercecer Jamaah Haji Alami Penurunan

Akmal Irawan , Jurnalis-Kamis, 22 November 2012 |17:23 WIB
Barang Tercecer Jamaah Haji Alami Penurunan
Jamaah haji Indonesia (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

JEDDAH - Pada masa pemulangan ke tanah air jamaah haji gelombang dua dari Madinah meninggalkan barang bawaan yang dikenal dengan barang tercecer. Barang tercecer atau barcer ini adalah barang yang tidak bisa dibawa ke pesawat akibat kelebihan batas berat.

Sekretaris daerah kerja Madinah Sofwan Abdul Djani menyatakan barang tercecer yang tidak bisa dibawa merupakan konsekuensi aturan penerbangan dengan berat yang diperbolehkan hanya 32 kg.

Di kantor Daker Madinah Arab saudi, Sofwan Abdul Djani mengatakan, sejauh ini bar-cer milik jamaah haji Indonesia disimpan di gudang Mazroi, Madinah dan mengalami penurunan jika dibanding tahun lalu yang saat ini hanya berupa gundukan kecil.

"Mengalami penurunan dibanding tahun lalu dan tidak sampai menggunung atau memenuhi gudang yang luas. Kebanyakan dibungkus dalam tas kecil atau tas plastik," ungkap Sofwan.

Sofwan menjelaskan, barang tercecer itu diantaranya berupa air zamzam dan Kebanyakan adalah barang-barang yang dipakai sehari-hari seperti alat memasak air dari listrik, teko, panci, rice cooker, setrika, dan oleh-oleh mainan anak-anak. "Saat kami buka dan lihat ternyata ada bungkusan dalam tas plastik berisi pakaian kotor, pakaian dalam, mukena dan buah-buah seperti pisang yang sudah busuk," katanya.

Sofwan Abdul Djani meminta jamaah tetap menaati aturan untuk tidak membawa atau memasukkan air zam-zam ke dalam koper. "Bila ketahuan membawa air zamzam akan langsung dibongkar petugas untuk dikeluarkan saat sweeping. Bila terjadi seperti ini akan memperlambat proses pengangkutan koper jamaah menuju bandara," katanya.

Sofwan menambahkan agar jamaah tidak terlalu boros saat berbelanja oleh-oleh dengan memprioritaskan yang dibeli dan bernilai manfaat. "Patuhi aturan penerbangan, berat barang bagasi maksimal 32 kg untuk satu tas koper bukan dua. Sedang tas tentengan atau jinjing maksimal 7 kilogram," tutup Sofwan.

Sebelumnya, berbeda dengan Madinah, jumlah barang bawaan yang ditinggalkan, tidak sebanyak barang yang ditemukan di Jeddah. Jeddah diperkirakan mencapai meninggalkan barcer dengan berat 8-10 ton milik para jamaah haji Indonesia.

(M Budi Santosa)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement