Advertisement
Advertisement

Dua Kali Pemeriksaan, TAS Negatif Virus Korona

Nurul Arifin , Jurnalis-Selasa, 29 Oktober 2013 |17:16 WIB
Dua Kali Pemeriksaan, TAS Negatif Virus Korona
Ilustrasi, Jamaah asal Surabaya melewati pemeriksaan petugas (Foto: Kemas IN/okezone)
A
A
A

SURABAYA- RSU Dokter Soetomo telah melakukan pemeriksaan dua kali terhadap jamaah haji berinisial TAS asal Bojonegoro dan hasilnya dinyatakan negatif dari Virus Korona.

Meski demikian, pihak medis RSU Dokter Soetomo masih melakukan satu kali pemeriksaan untuk memastikan kondisi sebenarnya jamaah haji berusia 65 tahun itu. Sesuai prosedur harus dilakukan pemeriksaan sebanyak tiga kali

"Dua kali pemeriksaan hasilnya negatif. Kami masih akan melakukan pemeriksaan sekali lagi untuk memastikan statusnya," kata Kepala Bidang Pelayanan Medis RSU Dokter Soetomo, Joni Wahyuadi, ketika dikonfirmasi Okezone, Selasa (29/13/2013).

Saat ini, kondisi pasien yang dirawat di ruang isolasi khusus masih stabil. "Kondisinya stabil, tapi perlu pemeriksaan sekali lagi," ujarnya.

Joni belum bisa memastikan kapan pemeriksaan terakhir tersebut dilakukan. Menurutnya, karena kondisi pasien yang stabil bisa jadi pemeriksaan yang ketiga itu akan dilakukan hari ini atau besok.

"Pemeriksaan terakhir kalau nggak hari ini ya besok. Setelah itu pasien boleh pulang," katanya.

Sebelumnya, TAS  terindikasi Suspect Virus Corona sepulang dari Tanah suci pada Rabu 23 Oktober sekira pukul 21.00 Wib. Saat itu, petugas haji di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, melihat alat pendeteksi yang dipasang di pintu masuk asrama haji menyala merah.

Hal itu dipicu, suhu tubuh TAS cukup tinggi, karena suhu tubuh tak kunjung turun, TAS langsung dilarikan ke RSU dokter Soetomo dan dirawat di ruang isolasi.

Pemerintah Indonesia mewaspadai Virus Corona ini yang penyebarannya di Timur Tengah. Bahkan,  Komite Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kasus virus Corona ini sebagai Public Health Emergency of International Concern.

Virus ini cukup menyita perhatian sejak 2012. Virus tersebut menyerang sistem pernapasan dan merupakan ancaman besar bagi pasien yang sudah memiliki riwayat penyakit pernapasan dan ginjal.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement