Kelompok pertama adalah orang awam yang tidak bisa mentadaburi bacaannya atau tidak mampu memahami sebagian besar ayat-ayat yang dibaca. Bagi kelompok awam ini, lebih utama memperbanyak bacaan demi mengejar kebaikan yang dijelaskan dalam hadits Rasulullah Saw: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka dia akan mendapatkan kebaikan. Dan satu kebaikan dilipatkan sepuluh kali. Saya tidak mengatakan Alif Lam Mim, satu hurf. Akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmizi)
Kelompok kedua adalah para ulama dan penuntut ilmu. Mereka bisa membaca Alquran dengan dua cara sekaligus. Pertama, membaca seperti orang awam, tujuannya adalah untuk memperbanyak pahala. Kedua, membaca dengan mempelajari makna ayat-ayat dan mentaburinya. Kedua cara ini merupakan variasi amal dalam syariat, tinggal disesuaikan waktunya sesuai keadaan pembacanya.
Semoga Allah memberi kita semua taufik dan kekuatan untuk merajut kemesraan dengan Alquran pada Ramadan tahun ini. Wallahu Waliyyut taufiiq.
Oleh:
Muchammad Wachid Romadlon, Lc. MA.
Korps Da'i Inisiatif Zakat Indonesia (IZI)
(M Budi Santosa)