Gus Nizar menambahkan wahyu pertama diterima oleh Rasulullah SAW dimulai dengan suatu mimpi yang benar. "Dalam mimpi itu beliau melihat cahaya terang laksana fajar menyingsing di pagi hari, kemudian beliau melakukan khalwah atau perenungan dengan menyendiri di Gua Hira, bertaqarrub dan memohon petunjuk kepada Allah," imbuhnya.
Maka, pada suatu hari datanglah Malaikat Jibril lalu berkata: “Bacalah“.
Nabi Muhammad menjawab, “Aku tidak dapat membaca.“ Dialog antara Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad itu terjadi sampai tiga kali. Dan ahirnya Malaikat Jibril meneruskanya dengan wahyu pertama: “Bacalah dengan nama Rabb-mu yang telah menciptakan, menciptakan manusia dari segumpal darah sebagaimana dalam surat Al-Alaq ayat 1-5.
"Iqra, bacalah, maknanya manusia diperintah untuk membaca alam ini, membaca kehidupan, dan membaca keseluruhan dinamika yang ada, tanpa membaca, manusia tidak akan pernah sampai kepada puncak kemanusiaannya" ujarnya.
Kesempatan Pendakian ke Gua Hira dimanfaatkan oleh jamaah Kab. Batang untuk mengibarkan Bendera Merah Putih, tepat pada detik-detik proklamasi waktu Saudi Arabia.