Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Larangan yang Harus Diperhatikan Umat Muslim saat Memanjatkan Doa

Tiara Putri , Jurnalis-Jum'at, 26 April 2019 |16:50 WIB
Larangan yang Harus Diperhatikan Umat Muslim saat Memanjatkan Doa
Larangan yang harus diperhatikan saat berdoa (Foto: Aboutislam)
A
A
A

Doa adalah salah satu cara umat manusia mendekatkan diri kepada Tuhan. Selain itu, berdoa juga bisa menjadi sarana untuk mengucap syukur dan mencurahkan isi hati. Di sisi lain, ketika berdoa umat manusia sering menyelipkan permohonan dan keinginan agar dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa. Oleh karenanya, doa harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Namun, ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan saat doa, termasuk menyangkut soal larangan. Dalam agama Islam, ada beberapa larangan saat berdoa. Namun yang paling utama adalah mendoakan sesuatu yang jelek atau bersifat keburukan. Entah itu untuk diri sendiri, anak, keluarga, maupun orang lain. Larangan ini tertulis dalam QS. Al-Isra’: 11 yang berbunyi :

وَيَدْعُالإِنسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءهُ بِالْخَيْرِ وَكَانَ الإِنسَانُ عَجُولاً

wa yad'ul-insānu bisy-syarri du'ā`ahụ bil-khaīr, wa kānal-insānu 'ajụlā

Artinya :“Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.”

Menurut Ustadz Drs. KH. Hasan Bisri, umat Muslim dilarang untuk mendoakan sesuatu yang buruk, termasuk doa dari seorang ibu kepada anak. Doa yang buruk tidak bisa bisa disebut doa melainkan menyumpahi maupun melaknat orang lain. Tentunya hal ini tidak dianjurkan oleh Allah SWT.

“Walaupun marahnya kayak apa sama orang lain, hindari doa yang jelek. Kalau doa yang baik-baik, misalnya mendoakan orang yang tadinya berkelakukan buruk menjadi bertobat dan pribadinya berubah menjadi lebih baik. Kalau doa yang jelek terkabul, nantinya malah bisa kita yang menyesal,” ungkap Ustadz Hasan.

Ucapan Ustadz Hasan tertulis pula dalam QS. Yunus: 11, yang bunyinya

وَلَوْيُعَجِّلُ اللَّهُ لِلنَّاسِ الشَّرَّاسْتِعْجَالَهُم بِالْخَيْرِ لَقُضِيَ إِلَيْهِمْ أَجَلُهُمْ

walau yu'ajjilullāhu lin-nāsisy-syarrasti'jālahum bil-khairi laquḍiya ilaihim ajaluhum, fa nażarullażīna lā yarjụna liqā`anā fī ṭugyānihim ya'mahụn

Artinya : “Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimangan di dalam kesesatan mereka.”

berdoa

Sementara itu, ada beberapa larangan lainnya seperti jangan berdoa dengan suara keras melainkan mengucapkannya dengan lirih. Larangan ini tertulis dalam QS. Al-Isra: 110 yang bunyinya,

وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَاوَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا

qulid'ullāha awid'ur-raḥmān, ayyam mā tad'ụ fa lahul-asmā`ul-ḥusnā, wa lā taj-har biṣalātika wa lā tukhāfit bihā wabtagi baina żālika sabīlā

Artinya : “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.”

Ada pula larangan agar tidak melebih-lebihkan doa yang diucapkan. Umat Muslim diharapkan untuk mengucapkan doa yang ada dalam Alquran dan sunah. Dalam QS. Al-A’raf: 5, Allah SWT berfirman, 

اُدْعُوْارَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ

ud'ụ rabbakum taḍarru'aw wa khufyah, innahụ lā yuḥibbul-mu'tadīn

Artinya : “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (HEL)

(Gabriel Abdi Susanto)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement