Mengutip dokumen yang ditandatangani Paus Fransiskus dan Gran Iman Sheikh Ahmed el-Tayeb dari Al-Azhar di Abu Dhabi pada 4 Februari lalu, Uskup Ayuso mengundang umat Kristen dan Muslim untuk tetap berakar pada nilai-nilai perdamaian, mempertahankan nilai-nilai saling pengertian, persaudaraan manusia dan koeksistensi yang harmonis, serta membangun kembali kebijaksanaan, keadilan, dan cinta.
Membangun jembatan untuk kebaikan bersama
Pesan itu mengingatkan umat Islam dan Kristen bahwa dengan membuka diri kepada orang lain, mengenal, serta mengenali satu sama lain sebagai saudara dan saudari, dapat meruntuhkan tembok yang ditimbulkan oleh rasa takut dan ketidaktahuan serta bersama-sama membangun jembatan persahabatan yang mendasar bagi kebaikan semua orang dalam hal kemanusiaan.
Dengan cara tersebut, umat beragama dapat memupuk cara hidup baru di lembaga-lembaga politik, sipil, dan agama dengan umat agama lain yang menolak kekerasan serta menghormati pribadi manusia.
Pesan ini mendorong para pengikut kedua agama untuk terus mempromosikan budaya dialog sebagai cara kerja sama dan sebagai metode untuk tumbuh dalam pengetahuan satu sama lain.

(Pesan Vatikan untuk Umat Kristen dan Muslim di bulan Ramadan/Gulfnews)
Menghormati keragaman dan kebebasan
Dalam hal ini, PCID mengutip tiga pedoman mendasar yang diusulkan oleh Paus Fransiskus untuk mempromosikan dialog dan pengetahuan di antara perbedaan agama yaitu tugas identitas, keberanian akan perbedaan, dan ketulusan niat.
Pesan itu lebih jauh menjelaskan jika penghormatan terhadap perbedaan memerlukan dialog yang berupaya mempromosikan hak untuk hidup setiap orang, integritas fisik, dan kebebasan mendasar, seperti kebebasan hati nurani, pemikiran, ekspresi, serta agama.
“Ini termasuk kebebasan untuk hidup sesuai dengan keyakinan seseorang di ruang privat dan publik. Dengan cara ini, orang Kristen dan Muslim - sebagai saudara dan saudari - dapat bekerja bersama untuk kebaikan bersama," lanjut pesan tersebut.
Uskup Ayuso berharap pengikut kedua agama dapat mempraktikkan bukan hanya sikap toleransi tetapi juga hidup bersama yang benar dan damai. Demikian seperti yang Okezone lansir dari Vatican News, Senin (13/5/2019). (DNO)
(Gabriel Abdi Susanto)