Di Bulan Ramadan, melalui Pontifical Council for Interreligious Dialogue (PCID) atau Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama, Vatikan (pusat agama Katolik sedunia) menyampaikan pesan penting.
Umat muslin di Bulan Ramadan seperti diketahui saat ini sedang menjalani ibadah puasa. Dewan Kapausan menyadari, perlunya sikap toleran dari umat agama lain terutama Katolik agar ibadah umat muslim di bulan suci ini berjalan lancar.

(Pesan Vatikan untuk Umat Kristen dan Muslim di bulan Ramadan/Gulfnews)
Karena itu, dalam pesannya, PCID mendesak umat Kristen dan Muslim di seluruh dunia membangun persaudaraan dan menciptakan keharmonisan, mengembangkan budaya dialog yang bertujuan menolak kekerasan dan menghormati pribadi manusia. PCID juga berharap agar umat Islam di seluruh dunia dapat menjalani ibadah puasa dengan damai hingga Idul Fitri .
"Bulan Ramadan selain diisi dengan puasa, doa, dan sedekah, juga dapat menjadi bulan untuk memperkuat ikatan spiritual dalam persahabatan Muslim-Kristen," tulis pesan yang berjudul 'Christians and Muslims: Promoting Universal Fraternity' atau 'Kristen dan Muslim: Mempromosikan Persaudaraan Universal'. Pesan tersebut ditandatangani oleh Sekretaris PCID, Uskup Miguel Ángel Ayuso Guixot .
Mengutip dokumen yang ditandatangani Paus Fransiskus dan Gran Iman Sheikh Ahmed el-Tayeb dari Al-Azhar di Abu Dhabi pada 4 Februari lalu, Uskup Ayuso mengundang umat Kristen dan Muslim untuk tetap berakar pada nilai-nilai perdamaian, mempertahankan nilai-nilai saling pengertian, persaudaraan manusia dan koeksistensi yang harmonis, serta membangun kembali kebijaksanaan, keadilan, dan cinta.
Membangun jembatan untuk kebaikan bersama
Pesan itu mengingatkan umat Islam dan Kristen bahwa dengan membuka diri kepada orang lain, mengenal, serta mengenali satu sama lain sebagai saudara dan saudari, dapat meruntuhkan tembok yang ditimbulkan oleh rasa takut dan ketidaktahuan serta bersama-sama membangun jembatan persahabatan yang mendasar bagi kebaikan semua orang dalam hal kemanusiaan.
Dengan cara tersebut, umat beragama dapat memupuk cara hidup baru di lembaga-lembaga politik, sipil, dan agama dengan umat agama lain yang menolak kekerasan serta menghormati pribadi manusia.
Pesan ini mendorong para pengikut kedua agama untuk terus mempromosikan budaya dialog sebagai cara kerja sama dan sebagai metode untuk tumbuh dalam pengetahuan satu sama lain.

(Pesan Vatikan untuk Umat Kristen dan Muslim di bulan Ramadan/Gulfnews)
Menghormati keragaman dan kebebasan
Dalam hal ini, PCID mengutip tiga pedoman mendasar yang diusulkan oleh Paus Fransiskus untuk mempromosikan dialog dan pengetahuan di antara perbedaan agama yaitu tugas identitas, keberanian akan perbedaan, dan ketulusan niat.
Pesan itu lebih jauh menjelaskan jika penghormatan terhadap perbedaan memerlukan dialog yang berupaya mempromosikan hak untuk hidup setiap orang, integritas fisik, dan kebebasan mendasar, seperti kebebasan hati nurani, pemikiran, ekspresi, serta agama.
“Ini termasuk kebebasan untuk hidup sesuai dengan keyakinan seseorang di ruang privat dan publik. Dengan cara ini, orang Kristen dan Muslim - sebagai saudara dan saudari - dapat bekerja bersama untuk kebaikan bersama," lanjut pesan tersebut.
Uskup Ayuso berharap pengikut kedua agama dapat mempraktikkan bukan hanya sikap toleransi tetapi juga hidup bersama yang benar dan damai. Demikian seperti yang Okezone lansir dari Vatican News, Senin (13/5/2019). (DNO)
(Gabriel Abdi Susanto)