Terobos Lampu Merah Bisa Batalkan Puasa? Ini Hukumnya Dalam Islam

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 14 614 2055546 terobos-lampu-merah-bisa-batalkan-puasa-ini-hukumnya-dalam-islam-uFCOr1B0pw.jpg Menerobos lampu merah bisa membatalkan puasa? (Foto: Ecocleanmaids)

APA jadinya kalau saat puasa kita melakukan hal tidak terpuji atau membahayakan nyawa orang lain? Apakah ini akan membatalkan puasa? Salah satu kegiatan yang sering dilakukan ialah menerobos lampu merah.

Dengan alasan apa pun, tentu tindakan ini tidak bisa dianggap benar. Selain akan memperkeruh kondisi jalanan, tindakan ceroboh ini bisa membahayakan nyawa. Nah, kalau sedang puasa dan nerobos lampu merah, bagaimana hukumnya menurut Islam? Apakah puasanya batal?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Okezone coba bertanya pada Redaktur Keislaman NU Online dan Pengurus LBM PBNU divisi Publikasi Ustadz Alhafiz Kurniawan.

Menurut hematnya, pada prinsipnya menerobos lampu merah merupakan tindakan pelanggaran hukum positif, bukan hukum syariat. Namun demikian, pelanggaran atas aturan lalu lintas bukan berarti tidak ada padanannya di dalam sanksi hukum syariat.

 pelanggaran atas aturan lalu lintas bukan berarti tidak ada padanannya di dalam sanksi hukum syariat.

Tindakan pelanggaran atas aturan lalu lintas merupakan bentuk tindakan anarki yang menciptakan chaos di jalan. Tindakan pelanggaran lalu lintas merupakan bentuk ketidakadilan atau kezaliman terhadap pengguna jalan yang lainnya.

"Artinya secara umum, orang yang melakukan pelanggaran lalu lintas merupakan tindakan kezaliman atau perampasan terhadap hak pengguna jalan lainnya. Dalam agama, praktik perampasan hak orang lain secara terang-terangan dikenal dengan sebutan ghashab atau gasab," tuturnya melalui pesan singkat pada Okezone.

Lalu, bagaimana kaitannya pelanggaran lalu lintas dan ibadah puasa?

Menurut Ustadz Alhaif, ulama berbeda pendapat mengenai hal ini. Sebagian ulama mengatakan, kezaliman -dalam konteks ini adalah tindakan pelanggaran lalu lintas- membatalkan puasa seseorang. Tetapi sebagian ulama lainnya berpendapat, tindakan pelanggaran seperti ini hanya membatalkan pahala puasa.

"Sehingga pelakunya hanya mendapatkan lapar dan haus belaka, tanpa pahala dan nilai di sisi Allah," tegasnya.

Meski demikian, sambung Ustadz Alhaifz, ini bukan alasan yang dapat menggugurkan kewajiban puasa, karena puasa tetap wajib bagi mereka yang memenuhi syarat puasa.

Dasar pertimbangannya ialah pernyataan Rasulullah SAW berikut ini,

Dasar pertimbangannya ialah pernyataan Rasulullah SAW berikut ini,

"Siapa saja yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan mengamalkannya, serta bertindak 'bodoh' maka Allah tidak memerlukan derita lapar dan hausnya karena berpuasa." (HR Bukhari dan Abu Dawud).

Lebih lanjut, pelanggaran lalu lintas ini terbilang dalam kategori "tindakan bodoh" atau tindakan konyol yang disebut dalam hadits tersebut

Ustadz Alhafiz menyatakan, pelanggaran lalu lintas jelas membuat mafsadat, yaitu chaos di jalanan. Ketika satu melanggar, maka yang lain terprovokasi sehingga arus lalu lintas menjadi berantakan, di samping risiko kecelakaan yang tinggi.

"Dari sini kita dapat menyimpulkan, puasa sebenarnya tidak melulu ibadah vertikal hanya kepada Tuhan, tetapi juga menginisiasi dan memotivasi orang yang berpuasa untuk menciptakan tertib hukum dan tertib di jalanan dan mendorong untuk bersikap sabar dan tertib di jalanan," tambahnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya