Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Catatan Sang Dai di Macau, Seminggu Keliling Belum Ketemu Penduduk Muslim

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Selasa, 21 Mei 2019 |19:20 WIB
Catatan Sang Dai di Macau, Seminggu Keliling Belum Ketemu Penduduk Muslim
Ilustrasi suka duka dai saat berdakwah
A
A
A

Mozaik Ramadan di Negeri Judi

Selama seminggu, saya belum menemukan penduduk Macau yang beragama Islam. Di kota tempat saya tinggal, baru saya temukan satu masjid. Masjidnya pun kecil, dengan kapasitas sangat minim. Kalau di Indonesia sama dengan musala-musala yang ada di pom bensin. Meskipun kecil, masjid ini menjadi pusat kegiatan migran Muslim dari berbagai negara. Termasuk untuk Jumatan. Masjid ini dikelola oleh para migran Muslim Pakistan. Masjid ini mendapat sokongan dana dari para Muhsinin Kuwait.

Tiap hari Minggu, masyarakat Indonesia, dari berbagai kalangan, profesional, semi profesional dan pekerja migran Indonesia (PMI) juga berduyun-duyun ke masjid ini. Ada yang sekadar ingin bertemu sesama WNI, ada yang i'tikaf, atau sekadar ingin cari udara atau suasana segar, karena letaknya di pinggir pantai. Para wanita PMI (Gabungan Muslimah Indonesia Macau) biasanya mengadakan majlis al-Qur'an --ada tahsin dan sekadar belajar mengaji--, pengajian dan buka bersama.

Acara dimulai dari pukul 10:00 sampai jam 14:00. Setelah itu dilanjut dengan tausiyah dari Dai Ambassador (DA). Setelah itu dibuka sesi tanya jawab dan konseling sampai azan Maghrib dikumandangkan. Dilanjut dengan buka bersama. Kegiatan ini diikuti oleh anggota berbagai majlis taklim yang ada. MATIM, Halimah, Halaqah, Irsyad dll.

Minggu lalu ada dai dari Myanmar, dan seorang hafiz dari Indonesia yang diundang oleh ta'mir masjid Pakistan khusus untuk menjadi imam salat Tarawih. Syeikh Abdul Hamid dan Ustadz Ersa. Keduanya dirangkul oleh DA. Diajak untuk bersama-sama mengisi kajian keislamandi depan gabungan Muslimah Indonesia Macau tsb. Acara meriah, dan diikuti dengan penuh antusias oleh para Muslimah.

Untuk kegiatan sehari-hari, DA-DD mengisi seluruh rangkaian Ramadan. Mulai jamaah Shubuh zikir bersama, kultum shubuh, buka bersama, jamaah Isya', tarawih keliling, dan juga kultum setelah tarawih. Yang unik di sini, Isya' dan tarawih dimulai pada pukul 23:00, dan biasa selesai pukul 01:00 atau 30 menit lebih lambat. Tergantung di majlis ta'lim mana, dan tergantung berapa pertanyaan yang diajukan oleh jamaah. Tarawih keliling dari majlis ta'lim satu ke majlis ta'lim yang lain.

DA harus mengkondisikan fisik dengan baik. Mengatur waktu istirahat. Termasuk mengontrol waktu, pola makan dan jenis makanan untuk dikonsumsi. Sebab, jamaah selalu menyediakan aneka makanan/kuliner yang menggoda selera. Dai dituntut harus dapat menahan diri dari makan dan minum, tidak hanya di siang hari, tapi juga di malam hari selepas tarawih. Termasuk menjaga pandangan, karena jamaahnya 99 koma nol persen adalah kaum hawa.

(Muhammad Saifullah )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement