nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kerusuhan Aksi 22 Mei Tak Mencerminkan Ajaran Islam

Mohammad Saifulloh, Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 20:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 22 614 2059192 kerusuhan-aksi-22-mei-tak-mencerminkan-ajaran-islam-hsxOCIJQLG.JPG Kerusuhan dalam aksi 22 Mei di Jakarta

KERUSUHAN di sejumlah titik di Jakarta dalam aksi 22 Mei sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai Islam. Pasalnya, Islam mengajarkan bil khihmah wal mauizatul khasanaha wal mujahadah khasanah untuk menyampaikan aspirasi dan suatu ajakan.

“Polanya (demo dan kericuhan) di luar tradisi kita,” kata Ketua PWNU NTB Masnun Tahir melalui siaran pers yang diterima Okezone.

Ia menilai kerusuhan dalam aksi 22 Mei tersebut mungkin saja dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak melakukan tabayun atau klarifikasi hingga menimbulkan hoax dan fitnah. Memprihatinkan, sebab yang menjadi korban adalah rakyat biasa, sementara sebagian elit tidak mau tahu.

Bentrokan tersebut sangat disesalkan karena dengan cara-cara anarkis anarkis. Apalagi dilakukan di bulan puasa dapat mencindarai kesucian bulan yang harusnya diisi dengan peringatan Nuzulul Qur’an. Aksi demo yang diwarnai kericuhan tidak mencerminakan etika dan akhlak Islam.

Kepada elit politik, Masnun mengimbau agar dapat duduk bersama memikirkan kepentingan bangsa, serta solusi bersama-sama menyelesaiakan persoalan bangsa. Para elit harus mampu menunjukkan cara-cara negarawan, menjadi politisi yang santun.

“Juga menghargai perbedaan, karena pemilu adalah permainan, sedangkan sunatullah kalah menang itu takdir,” ujarnya.

Semangat negarawan harus dipegang teguh untuk mampu membangun dan menjaga NKRI, sehingga jangan memprovikasi atau mengeluarkan statemen yang bernada provokasi, apalagi mengajak pada tindakan inkonstitusional.

Sementara itu Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo Jawa Timur, KH Agus Ali Masyhuri yang akrab disapa Gus Ali menilai kericuhan dalam aksi 22 Mei di sekitar Pasar Tanah Abang, Rabu (22/5) sebagai tindak kriminal dan kekerasan. “Demo ke Bawaslu apa Tanah Abang? Kalau ke Tanah Abang ini tidak nyambung dengan Pemilu. Polisi harus memetakan itu,” kata Gus Ali.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini