nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aksi 22 Mei: Jangan Ikuti Hawa Nafsu, Kembali ke Ajaran Allah

Mohammad Saifulloh, Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 20:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 22 614 2059179 aksi-22-mei-jangan-ikuti-hawa-nafsu-kembali-ke-ajaran-allah-I65v05BLkR.jpg Demonstran Aksi 22 Mei di Jakarta

PENGASUH Pesantren Al-Amin Kediri, Jawa Timur, KH Anwar lskandar, meminta masyarakat kembali merajut persatuan dan kesatuan terutama di bulan Ramadan. Upaya itu harus dilakukan dengan tidak mengikuti hawa nafsu dan terbuai dengan aksi 22 Mei di Jakarta.

“Untuk merajut kembali persatuan dan kesatuan, kita harus kembali ke ajaran Allah, kembali pada ajaran Rasulullah SAW yang bener jangan mengikuti hawa nafsu. Jangan mengikuti hawa nafsu jangan mengikuti politik hari ini,” kata Kiai Anwar.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada KPU karena telah menyelesaikan berbagai tahapan hingga mencapai puncak tahapan Pemilu. Bangsa Indonesia, kata dia, harus banyak bersyukur karena pemilu berjalan dengan damai tentram dan sesuai dengan konstitusi.

Kemudian, dalam berbagai persfektif baik agama, politik, negara dan hukum, masyarakat Indonesia harus legowo bahwa hasil yang saat ini disampaikan KPU adalah apa yang menjadi keputusan rakyat. Menurutnya, kedaulatan rakyat adalah menjalankan aktivitas pemilu berdasarkan aturan yang berlaku. Jika ada yang dinilai janggal, tidak perlu teriak sana sini. Cukup melaporkannya ke lembaga terkait.

“Ini kedaulatan rakyat sudah sesuai dengan konstitusi yang ada. Kalau misalnya ada sesuatu yang dianggap tidak sesuai, silakan ajukan ke pihak yang memiliki otoritas,” ujarnya.

Selanjutnya sikap agar suasana kebangsaan semakin kuat yakni saling memaafkan terutama bagi pendukung fanatik yang sempat berseteru. Termasuk terus menjaga persatuan dan ukhuwah antaranak bangsa.

Ia mengatakan, keadaan negara negara Timur Tengah saat ini harus menjadi pelajaran berharga bagi warga Indonesia. Meski banyak sekali perbedaan, namun tidak dibenarkan saling menjatuhkan seperti melakukan makar dan sebagainya.

“Timur tengah yang berantakan seperti sekarang ini menjadi pelajaran berharga buat bangsa Indonesia. Saya kira perbedaan adalah bagian dari sunatullah. Jangan sampai kemudian kita terjebak pada hal-hal begitu. Apalagi sampai makar, melakukan hal hal yang inskonstitusional,” ucapnya.

“Soal adanya dugaan kecurangan dan sebagainya, semua tidak perlu dipersulit karena konstitusi telah mendesainnya serapi mungkin. Itulah mengapa ada Bawaslu, DKPP dan lembaga lain yang bisa terlibat menyelesaikan persoalan pemilu,” kata Kiai Anwar seraya menyampaikan keprihatinan atas aksi 22 Mei yang diwarnai kericuhan.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini