nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan MUI Minta Sahurnya Pesbukers dan Pesbukers Ramadan Dihentikan

Gurais Alhaddad, Jurnalis · Rabu 29 Mei 2019 14:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 29 614 2061771 alasan-mui-minta-sahurnya-pesbukers-dan-pesbukers-ramadan-dihentikan-nmnKGTKif1.jpg

JAKARTA - MUI memberi sorotan khusus pada program Sahurnya Pesbukers dan Pesbukers Ramadan di sebuah stasiun televisi swasta.

Ramadan tahun lalu, dua tayangan ini termasuk lima program yang MUI rekomendasikan untuk dihentikan, karena kontennya yang buruk, apalagi untuk bulan Ramadan. Ironisnya, tahun ini tetap tayang, dan tanpa perubahan isi secara signifikan.

“Tiga program TV Ramadan lainnya –Ramadhan di Rumah Uya (Trans 7), Brownis Sahur (Trans TV) dan Ngabuburit Happy (Trans TV), yang MUI sarankan untuk berhenti pada Ramadhan 2018, tahun 2019 ini sudah tidak tayang lagi. Tapi Sahurnya Pesbuker dan Pesbukers Ramadhan masih tayang Ramadhan 2019 ini, dan tetap dengan gaya konten yang tidak patut,” ujar Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi KH. Masduki Baidlowi melalui siaran pers yang diterima Okezone.

Program Ramadhan yang berasal dari program regular dengan tambahan kata “Sahurnya” dan “Ramadhan” ini, dalam catatan Tim Pemantau MUI, tiap tahun mendapat koreksi kritis dari MUI dan sejak 2012 sudah berkali-kali memperoleh sanksi teguran dari KPI, namun tidak memperlihatkan perubahan berarti, hingga tahun ini.

KH. Masduki Baidlowi menjelaskan, Sahurnya Pesbukers yang tayang tiap pukul 02.00-04.30 (sepertiga malam terakhir yang merupakan waktu mustajab untuk munajat dan qiyamul lail) diawali dengan tarian India, dengan menghadirkan penari-penari dari India, yang meliuk-liukan badan dan menonjolkan keseksian tubuh, dibawakan secara bersama oleh laki-laki dan perempuan. Tarian ini diikuti puluhan audience yang hadir di lokasi shooting dengan menghadirkan Caesar sebagai bintang joget. Ini tidak patut ditayangkan dalam acara sahur.

Dari tahun ke tahun, sambung dia, Sahurnya Pesbukers tidak ada perubahan. Masih menayangkan canda berlebihan, saling ejek, hina-menghina dan hura-hura. Busana para pemain wanita juga kurang patut karena mempertontonkan aurat dan bertaburan kalimat-kalimat bernuansa sensual.

“Sejumlah warga masyarakat mengirim email pengaduan ke MUI, minta program Pesbukers Ramadhan dibubarkan. Ada yang menyebut, ini program tak bermoral dan memalukan,” ujarnya.

Sepanjang Ramadan ini, Tim Pemantau MUI yang berasal dari lima komisi: Infokom, Fatwa, Dakwah, Pendidikan, dan Kajian, kembali melakukan pemantauan, yang rutin dijalankan sejak 2007. Langkah-langkah edukasi, penyamaan persepsi tentang standar etik tayangan TV, apalagi di bulan Ramadhan, telah dilakukan tiap menjelang Ramadan, yang diselenggarakan KPI dan MUI.

Untuk itu, MUI minta otoritas bidang penyiaran memberi sanksi berat pada dua program ini, dengan menghentikan program, mengingat tak terlihat adanya I’tikad baik pembenahan. Masyarakat juga diimbau tidak menonton program ini, apalagi anak-anak dan remaja. “Dunia iklan disarankan tidak mendukung program yang tidak mendidik dan berselera rendah seperti ini. Komisi I DPR yang membidangi penyiaran, perlu lebih serius menempuh langkah-langkah yang membuat industri televise lebih mematuhi regulasi, nilai agama, dan asas-asas kepatutan dan kesopanan dalam masyarakat,” ujar KH Masduki Baidlowi.

(ful)

Berita Terkait

Puasa Ramadan

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini