nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bagaimana Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Tata Caranya?

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 17 Juni 2019 14:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 17 616 2067332 bagaimana-niat-puasa-ayyamul-bidh-dan-tata-caranya-K1A274CPPS.jpg Puasa Ayyamul Bidh (Pixabay)

HARI ini, Senin 17 Juni 2019 bukanlah hari biasa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Tahukah Anda, bahwa mulai hari ini hingga dua hari ke depan tepatnya 17 hingga 19 Juni 2019, adalah waktu untuk melakukan puasa Ayyamul Bidh. Yakni ibadah puasa sunah yang biasa dilakukan oleh umat Muslim di waktu pertengahan bulan Hijriah, dan untuk tahun 2019 ini waktu puasa Ayyamul Bidh bertepatan dengan bulan Syawal.

Ibadah puasa Ayyamul Bidh ini adalah salah satu ajaran Nabi Muhammad SAW yang sangat dianjurkan. Bagaimana tidak? Disebutkan, menunaikan puasa Ayyamul Bidh ini setiap bulan maka pahalanya kurang lebih sama dengan menunaikan ibadah puasa sepanjang tahun. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW,

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Artinya; “Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.”

Lalu seperti apa niat yang dilafalkan saat hendak melakukan puasa ini? Niat ini bisa dilafalkan bahkan setelah terbitnya fajar, selama tidak melakukan hal-hal yang membatalkan ibadah puasa.

Selain itu, bisa juga digabung bersama niat puasa sunnah rutin contohnya puasa Senin-Kamis atau puasa Daud karena sama-sama termasuk dalam ibadah puasa sunnah. Niat ketika ingin melaksanakan puasa Ayyamul Bidh ini ialah dengan membaca,

نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma ayyami bidh sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: “Saya berniat puasa pada hari-hari putih , sunnah karena Allah ta’ala”

Namun perlu diperhatikan lebih lanjut, dalam berpuasa Ayyamul Bidh, ada tata caranya tersendiri. Pertama untuk kaum wanita, jika sudah memiliki suami maka sebagai istri saat hendak berpuasa sunnah harus dengan izin dari suami. Sebagaiman disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairoh yang berbunyi,

“Janganlah seorang wanita berpuasa sunnah sedang suaminya ada, kecuali dengan seizinnya”

Tata cara kedua ialah, untuk puasa Ayyamul Bidh ini boleh dilakukan saat kita sedang berpergian ataupun tidak berpergian. Demikian seperti dihimpun Okezone, Senin (17/6/2019) dari berbagai sumber.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini