nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Tata Cara Menamakan Anak dalam Islam

Annisa Aprilia Nilam Sari, Jurnalis · Rabu 10 Juli 2019 00:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 09 614 2076748 begini-tata-cara-menamakan-anak-dalam-islam-jjVhnkv5GR.jpg Muslim wajib memberikan nama yang baik untuk anaknya (Foto: Pempers India)

Nama adalah sebuah doa. Seperti itulah penafsiran dari kebanyakan orang. Itulah mengapa setiap orangtua akan memberikan nama terbaik untuk anaknya karena di dalam nama tersebut terselip doa dari kedua orangtua untuk sang anak.

Memasukkan unsur agama ke dalam nama anak juga dipercaya bisa menjadi doa terbaik untuk si anak. Okezone akan mengulasnya yang dikutip dari berbagai sumber, Selasa (9/7/2019), mengenai tata cara memberikan nama anak dalam Islam.

 Bayi

(Foto: Baby Name)

Nama merupakan sebuah tanda atau ciri, maksudnya adalah orang yang memiliki nama dapat mengenal dirinya atau dikenali oleh orang lain. Dalam Alquran disebutkan:

يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَل لَّهُ مِن قَبْلُ سَمِيًّا (7) سورة مريم

“Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” (QS. Maryam: 7).

Hakikat memberikan nama kepada anak adalah agar ia dikenal serta menjadikannya mulia. Oleh karena itu, para ulama bersepakat akan wajibnya memberikan nama kapada anak laki-laki maupun perempuan. Apabila seseorang tidak diberi nama, maka ia akan menjadi seorang yang majhul (tidak dikenal) oleh masyarakat. Ini aturan pemberian nama pada anak:

 

1. Memberikan nama dengan dua suku kata

Terdapat dua nama yang sangat disukai oleh Allah SWT yaitu Abdullah dan Abdurrahman. Sebagaimana sudah diterangkan oleh Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud dll. Kedua nama ini menunjukkan penghambaan kepada Allah Azza wa Jalla.

Dan sungguh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan nama kepada anak pamannya (Abbas radhiallahu ‘anhu), Abdullah radhiallahu ‘anhuma. Kemudian para sahabat radhiallahu ‘anhum terdapat 300 orang yang semuanya memiliki nama Abdullah.

Dan nama anak dari kalangan Anshor yang pertama kali setelah hijrah ke Madinah Nabawiyah adalah Abdullah bin Zubair radhiallahu ‘anhuma.

2. Memiliki arti atau makna yang dalam

Nama seorang anak banyak diambil dari bahasa yang mempunyai makna sangat dalam. Tentu saja orangtua harus memilih nama yang memiliki arti yang dalam bagi anak tercinta.

3. Memberikan nama anak dengan nama-nama penghambaan kepada Allah (Asma’ul Husna)

Misal: Abdul Aziz, Abdul Ghoniy. Dan orang yang pertama yang menamai anaknya dengan nama yang demikian adalah sahabat Ibn Marwan bin Al-Hakim.

Sesungguhnya orang-orang Syi’ah tidak memberikan nama kepada anak-anak mereka seperti hal ini. Mereka mengharamkan diri mereka sendiri memberikan nama anak mereka dengan Abdurrahman sebab orang yang telah membunuh ‘Ali bin Abi Tholib adalah Abdurrahman bin Muljam.

4. Memiliki Kesan

Secara umum, nama keluarga yang panjang dipasangkan dengan nama pertama yang singkat, begitupula sebaliknya. Ingat, nama merupakan suatu hal yang akan dituliskan pada setiap lembaran kertas sepanjang hidup seseorang.

5. Memberikan nama kepada anak dengan nama-nama orang saleh dari kalangan Muslim

Telah tsabit dari hadits Mughiroh bin Syu’bah radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda:

أنهم كانوا يسمون بأسماء أنبيائهم والصالحين (رواه مسلم).

“Sesungguhnya mereka memberikan nama (pada anak-anak mereka) dengan nama-nama para nabi dan orang-orang saleh” (HR. Muslim).

Orangtua wajib memberikan nama yang baik untuk anaknya

Memberikan nama yang baik juga dilakukan oleh seorang ayah bernama Rudi Pratama. Karyawan swasta tersebut mengatakan, anaknya bernama Evano Khendi Pratama (usia 2 tahun). Ia menjelaskan, kata Evano dari bahas Latin artinya anugerah dari Sang Pencipta.

Sementara, ujar Rudi, kata Khendi singkatan nama saya dan istri, Kheni dan Rudi. "Kalau kata Pratama artinya anak pertama. Nyari di Google, saya dikasih list nama oleh istri lalu saya pilih. Pas nyari nama saat istri hamil 7 atau 8 bulan," ujar pria yang tinggal di Cilodong tersebut.

Sedangkan Mufrod, seorang karyawan swasta yang tinggal di Citayam, Bogor mengatakan, anak pertamanya bernama Aleasha Renjana Dahayu (8 tahun). Anak kedua, Kynan Mahera Maheswari (6 tahun). Menurut Mufrod nama anaknya perpaduan dari Bahasa Latin dan Bahasa Jawa.

"Saya cari di buku yang khusus membahas nama-nama. Kenapa gak pilih nama berbahasa Arab? Yang penting arti namanya baik, nama kan doa dan doa sampai ke anak itu,” terang Mufrod.

terkait nama berbahasa Arab nanti didahulukan antreannya saat yaumul hisab, Mufrod mengatakan, "Antrean di sana bukan dari nama tapi amal perbuatan."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini