nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Suami Berpoligami, Hampir Dipecat hingga Dibela Istri Pertama

Muhammad Nazri, Jurnalis · Minggu 14 Juli 2019 10:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 14 614 2078631 kisah-suami-berpoligami-hampir-dipecat-hingga-dibela-istri-pertama-mKiT3KmBQi.jpg Suami yang berpoligami (Foto: Alkawthar TV)

Saat ini istilah poligami sering menjadi perdebatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya wanita. Banyak sekali argumen yang menentang poligami. Seperti sarana untuk mengeksploitasi tubuh perempuan, poligami dapat memicu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hak anak menjadi terabaikan, dan lain-lain.

 Poligami

(Foto: A Sense of Belonging)

Lain halnya dengan Nur Rahman Sholeh (63) yang akrab disapa Nur memiliki dua istri. Sebelumnya, ia tidak berniat untuk melakukan poligami. Ia berpoligami atas dukungan dari istri pertamanya yang bernama Islami Fitri Lestari.

Nur juga merupakan warga dari Perumahan Pertanian Citayam, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor.

Awal mulanya terjadi pada tahun 1994, Nur yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) kementerian pada saat itu mengantar Kusmiyati (istri kedua) pulang ke rumah. Karena pada saat itu, ada demo mogok massal angkutan di Jakarta yang membuat Kusmiyati tidak bisa pulang ke rumahnya sehingga meminta bantuan Nur untuk mengantarnya pulang ke rumah berhubung hari sudah larut malam.

Pamannya Kusmiyati yang pada saat itu tinggal di rumah yang sama dengan Kusmiyati mempertanyakan hubungan Nur dengan keponakannya itu. Nur terus terang bahwa Kusmiyati hanya teman kerjanya dan mengantar pulang Kusmiyati karena di daerah tempat kerjanya sedang ada demo.

Setelah kejadian itu Kusmiyati dipingit oleh keluarganya dan dibawa pulang ke kampung halamannya di Jawa Tengah. Singkat cerita, setelah campur tangan keluarga dari kedua belah pihak. Orangtua dari Kusmiyati menuju ke rumah Nur untuk menikahkan anak gadisnya itu.

Pernikahan Nur dengan Kusmiyati tak lepas dari campur tangan Fitri, istri pertama Nur. Pada mulanya, Nur tidak berniat untuk berpoligami begitu juga dengan Kusmiyati. Fitri-lah yang mendorong Nur untuk menikahi Kusmiyati pada saat itu.

Banyak pertimbangan juga yang dilakukan oleh Fitri untuk mengizinkan suaminya beristri lagi.

“Istri saya bilang seperti ini ke saya, yang menciptakan manusia adalah Allah sendiri, Allah tidak melarang seorang lelaki untuk berpoligami. Masak saya sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah melarang suami saya untuk berpoligami,” kata Nur.

Banyak sekali yang mempertanyakan apa yang sudah dilakukan Fitri pada saat itu. Namun, Fitri bisa menjawabnya pertanyaan dari masyarakat atas pilihannya tersebut.

“Istri pertama saya ditanya oleh penghulu saya saat pernikahan saya dengan Kusmiyati. Penghulu menanyakan kenapa mengizinkan suaminya untuk berpoligami,” ungkap Nur kepada Okezone.

Fitri menjawab pertanyaan penghulu itu dengan berbesar hati. Ia mengatakan kepada penghulu bahwa walaupun suaminya tidak kaya harta, tapi suaminya kaya hati. Suaminya punya 1.000 persen cinta, apabila ia dikasih 100 persen cinta, istri keduanya pun sama.

Tak hanya itu, saat Nur ingin diberhentikan dari pekerjaannya karena poligami. Fitri-lah yang maju menghadapi pimpinan kantor pada saat itu. Argumen-argumen yang diberikan oleh ke Fitri pada saat itu membuat pimpinan kantor menyerah dan tetap memperkerjakan Nur.

Fitri juga sering mendapat gunjingan dari masyarakat karena telah mengizinkan suaminya berumah tangga lagi. Namun, ia membuktikan kepada masyarakat dengan suami berpoligami rumah tangga akan baik-baik saja.

Semua itu terbukti, Fitri sangat akur dengan Kusmiyati. Mereka sering berboncengan bersama saat ada keperluan. Fitri baik kepada Kusmiyati, dan begitu sebaliknya.

“Saya sebagai suami pun merasa bangga dengan keakraban mereka berdua. Banyak teman saya meminta saya untuk memberitahu bagaimana mempertahankan rumah tangga dengan berpoligami,” ucap Nur diakhir wawancaranya dengan Okezone.

1
2

Berita Terkait

Serba-serbi Muslim

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini