nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tiga Nasihat Iblis kepada Nabi Musa

Ayu Dita Rahmadhani, Jurnalis · Senin 22 Juli 2019 18:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 22 614 2082056 tiga-nasihat-iblis-kepada-nabi-musa-V0dThJsHM2.jpg Ilustrasi orang saleh dan iblis dalam bentuk apai (Foto: Wunder Ground)

Hampir semua orang tahu mengenai kisah iblis yang diusir dari surga karena kesombongannya dan menolak perintah Allah SWT untuk memberikan penghormatan kepada Nabi Adam AS.

 Iblis banyak berbuat dosa

Namun ternyata Iblis juga pernah sekali ingin bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah Sang Maha Pencipta. Dijelaskan oleh Ibnu Asakir dalam kitabnya At Tarikh Dimasyq, pernah iblis menemui Nabi Musa AS untuk memohonkan ampun atas dirinya dan dosa-dosa yang telah diperbuat kepada Allah SWT.

Dikisahkan, suatu waktu iblis bertemu dengan Nabi Musa AS. Iblis berkata, "Wahai Musa, engkau adalah manusia pilihan Allah SWT dengan risalah kenabian dari-Nya, dan Allah berbicara kepadamu dengan pembicaraan yang secara langsung. Dan aku (iblis) adalah ciptaan-Nya yang dulu pernah berbuat dosa, dan saat ini aku ingin bertaubat atas dosaku itu. Maka tolonglah aku, mohonkanlah kepada Allah keringanan bagiku kepada Tuhanku Yang Maha Agung dan Mulia agar Dia menerima taubatku."

Setelah mendengarkan permintaan Ibis, kemudian Nabi Musa AS berdoa kepada Allah. Maka, Allah Ta'ala berfirman kepada Nabi Musa AS, "Wahai Musa, Aku telah mengabulkan permohonanmu (Allah SWT Yang Maha Pengampun menerima taubat Iblis)."

Tetapi, Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Musa AS. Yakni syarat diterimanya taubat iblis, ialah dengan dengan memberikan sujud penghormatan kepada kuburan Nabi Adam AS yang dulu belum dilakukan oleh Iblis.

Ketika Nabi Musa AS bertemu dengan iblis, Musa AS menyampaikan hal tersebut dan berkata, "Engkau diperintahkan oleh Allah SWT untuk bersujud (sujud penghormatan) kepada Adam AS di kuburannya, maka Allah Ta'ala akan menerima taubatmu."

Mendengar perkataan Nabi Musa tersebut, iblis kembali merasa sombong dan marah, sambil berkata, "Saat Adam hidup saja aku tidak mau bersujud kepadanya, apalagi saat ini ketika ia telah mati."

Iblis kembali berkata, "Wahai Musa, sungguh engkau memiliki hak atasku karena dirimu telah memohonkan keringanan kepada Tuhanku. Ingatlah dariku dalam tiga keadaan supaya engkau selamat dari kebinasaan:

 1. Ingatlah iblis saat marah

Pertama, ingatlah aku saat dirimu marah. Karena saat itu akulah yang berbisik dalam hatimu dan pandanganku ada dalam pandanganmu, aku masuk ke dalam dirimu melalui aliran darah.

2. Ingatlah iblis saat dalam peperangan

Kedua, ingatlah aku ketika engkau dalam peperangan, karena sesungguhnya aku yang mendatangi manusia saat peperangan, lalu aku ingatkan mereka akan anak dan istrinya hingga akhirnya mereka lari dari peperangan.

 3. Ingatlah iblis saat berduaan dengan perempuan

Ketiga, jangan engkau duduk bersama perempuan yang bukan mahrammu, karena aku adalah perantaranya kepadamu dan perantaramu kepadanya untuk berbuat zina.

Dari kisah tersebut, diketahui bahwa iblis dengan mudah menjerumuskan manusia dalam kebinasaan saat berada di tiga keadaan yaitu saat marah, saat peperangan berkecambuk, dan saat berduaan dengan wanita yang bukan muhrimnya.

Dalam banyak riwayat juga terungkap bahwa zaman dulu, iblis sering kali menemui orang-orang saleh, terutama para nabi, untuk berdialog dengan mereka.

Dari pertemuan tersebut, sering kali terlontar 'kata-kata hikmah' dari Iblis berkaitan dengan strateginya dalam menjerumuskan manusia.

"Jadi Iblis punya nasihat kepada Nabi Musa saat itu, dan itu ada dalilnya dalam hadits juga, tidak boleh laki dan perempuan berduaan, atau akan terjerumus dalam kemaksiatan," ungkap KH Abdul Wahab Lc, Ketua Pembina Yayasan & Pengasuh PP. Daarul Haliim Madinatul 'Ilmi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini