"Semua tenda-tenda di Arafah dan Mina harus memiliki nomor-nomor, nomor tenda lalu juga nomor kloternya dan kapasitas masing-masing tenda," ungkap Menag.
Itu semua, lanjut dia, diperlukan agar ada kepastian bagi jamaah selama berada di Arafah dan Mina akan mendiami tenda-tenda yang tersedia.
"Karena selama ini tanpa identitas tenda itu seringkali terjadi selisih paham antara sesama jamaah. Karena mereka saling berebut yang satu mengklaim ini tenda kloternya, yang satu mengatakan tendanya dan seterusnya, dan seterusnya," jelas dia.
"Sehingga dengan adanya identitas masing-masing tenda setiap jamaah memahami dan mengetahui dimana tenda tempat dia berdiam baik selama di Arafah dan di Mina," tambah Menag
(Awaludin)