Hari ini umat Muslim Indonesia mendapat berita duka dari salah satu Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), KH. Maimoen Zubair, atau yang akrab disapa dengan Mbah Moen wafat pada pukul 04.17 di Makkah dalam usia 90 tahun.

Kabar wafat Mbah Moen di Tanah Suci menyisakan duka yang mendalam bagi umat Islam di Indonesia, lantaran semasa hidupnya Mbah Moen dikenal sebagai pemuka agama sekaligus penggerak baik di lingkungan organisasi keagamaan maupun pada kehidupan politik.
Kabar wafat ini pun memukul perasaan dai kondang Miftah Maulana atau yang akrab dikenal dengan Gus Miftah. Melalui akun Instagramnya, ia mengunggah foto saat tengah video call dengan kiai sepuh itu.
Dalam keterangan foto, Gus Miftah mengatakan bahwa saat lebaran Mbah Moen sempat memberinya hadiah berupa surban, sandal dan parfum yang sering Mbah Moen pakai. Ia juga mencurahkan penyesalannya lantaran belum sempat menemuinya kala itu.
“Ya Allah Mbah Moen, dua hari sebelum Lebaran beliau video call, lebaran beliau kasih saya hadian surban, sandal, dan parfum yang sering beliau pakai. Seminggu sebelum berangkat haji gagal bertemu beliau. Pagi ini di kota suci Makkah, beliau kembali kepada Allah. Ya Allah. Mohon doa untuk beliau semoga husnul khotimah,” tulis pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman itu pada kolom keterangan, Selasa (8/6/2019).
Melalui Insta Storynya Gus Miftah juga memberikan pesan kepada netizen agar tidak sembarangan mengunggah foto KH Maimoen Zubair.
“Please jangan share dan post foto Mbah Moen saat meninggal!!!”
Tak lama kemudian, Gus Miftah mengunggah kembali video Mbah Moen. Gus Miftah mengatakan bahwa setiap berdoa Mbah Moen selalu meminta agar dijauhkan dari api neraka.
Gus Miftah juga mengatakan bahwa hati kiai sepuh itu begitu lembut karena setiap membaca Al-Barjanzi ketika Mahalul Qiyam, Mbah Moen pasti menangis.
"Ya Allah, yang saya ingat dari Mbah Moen setiap berdoa minta dijauhkan dari api neraka dan setiap mahallul qiyam ketika membaca Al-Barjanzi beliau pasti menangis, betapa lembutnya hati beliau," tulisnya dalam kolom keterangan.
(Dyah Ratna Meta Novia)