Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mbah Moen Ingatkan Umat Islam Tak Pasang Muka Masam!

Intan Afika , Jurnalis-Kamis, 08 Agustus 2019 |21:23 WIB
Mbah Moen Ingatkan Umat Islam Tak Pasang Muka Masam!
Mbah Moen wafat di Tanah Suci (Foto: Inst)
A
A
A

Dalam Islam, senyum merupakan bentuk ibadah yang berpahala sehingga sangat dianjurkan untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu senyum kepada lawan bicara atau orang yang ditemui tentu akan mencairkan suasana dan juga menimbulkan kebahagiaan.

 Jangan bermuka masam saat bertemu orang

Wajah yang penuh senyum adalah akhlak Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Sebagaimana yang diceritakan oleh sahabat Jarir bin Abdillah Radhiallahu’anhu :

ما حجبَني رسول الله – صلى الله عليه وسلم – منذ أسلمتُ، ولا رآني، إلا تبسَّم في وجهي

“Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah menghindari aku jika aku ingin bertemu dengannya, dan tidak pernah aku melihat beliau kecuali beliau tersenyum padaku” (HR. Bukhari, no.6089).

Dikutip dari sebuah video dari akun Instagram @kiai_ku, Kamis (8/8/2019), ulama karismatik Almarhum KH Maimun Zubair atau yang kerap disapa Mbah Moen, pernah menyampaikan kepada umat Islam untuk tidak menunjukan wajah masam ketika merasa tidak cocok dengan seseorang. Karena hal tersebut tidak diperbolehkan dalam Islam.

"Orang itu di dunia punya kebaikan sendiri-sendiri. Ojo dumeh. Gusti Allah menitipkan kebaikan diberikan kepada orang yang dikehendaki Gusti Allah. Kebaikan yang diturunkan kepada Sayyidah Khadijah r.a karena beliau berguru kepada Waraqah bin Naufal," ucap Mbah Moen dalam sebuah video.

"Apa sebabnya Kanjeng Nabi di Makkah kok tidak didukung oleh sanak famili beliau sebab ramainya Islam itu berasal dari Khadijah. Khadijah hasil berguru kepada Waraqah, Waraqah putranya Naufal. Siapa saja Ahlul Bait Nabi kalau sudah mendengar Naufal, hatinya merasa tidak cocok. Karena itu kamu ketika di dunia tidak cocok dengan orang terus menunjukkan wajah masam itu tidak boleh," lanjutnya.

Meskipun ringan, senyum merupakan amal kebaikan yang tidak boleh diremehkan. Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun juga walau engkau bertemu saudaramu dengan wajah berseri.” (HR. Muslim no. 2626).

Begitu pula dengan wajah ceria dan berseri akan mudah menarik hati orang lain ketika diajak pada Islam dan kepada kebaikan. Senyum adalah di antara modal ketika berdakwah.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّكُمْ لَا تَسَعُونَ النَّاسَ بِأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ لِيَسَعْهُمْ مِنْكُمْ بَسْطُ الْوَجْهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ

“Sesungguhnya kalian tidak bisa menarik hati manusia dengan harta kalian. Akan tetapi kalian bisa menarik hati mereka dengan wajah berseri dan akhlak yang mulia.” (HR. Al Hakim dalam mustadroknya. Al Hakim mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Wajah berseri dan tersenyum termasuk bagian dari akhlak mulia. Orang yang berakhlak mulia akan mendapatkan tempat yang paling dekat dengan Rasulullah. Hal itu disebutkan dalam hadits dari Jabir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Orang yang paling dicintai di antara kalian dan yang paling dekat duduk denganku di hari kiamat adalah yang paling bagus akhlaknya.” (HR. Tirmidzi no. 2018. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

(Dyah Ratna Meta Novia)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement