Di tengah perang yang berkecamuk di Aleppo, Suriah, Mohammad Aljaleel, juga dikenal sebagai manusia kucing Aleppo. Ia memelihara kucing-kucing tunawisma selama pengeboman udara di Aleppo.

Sejak itu ia telah mendirikan sebuah tempat perlindungan khusus dan klinik hewan untuk kucing-kucing liar.
Mohammad Aljaleel berhasil menyentuh banyak hati jutaan orang karena ia sangat membantu binatang liar dan dirinya merasa suatu saat nanti akan menjadi orang yang paling bahagia di dunia. Ia juga merasa beruntung telah menyayangi serta merawat binatang khususnya kucing.
Dalam sejarah Islam, kucing memiliki keistimewaan yang sangat luar biasa. Baginda Nabi Muhammad SAW bahkan berpesan kepada para sahabatnya untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyayangi keluarga sendiri.

Di samping itu, kucing peliharaan dari Nabi Muhammad SAW mempunyai kelebihan salah satunya mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.
Hukuman bagi mereka yang telah menyakiti hewan lucu ini (kucing) sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Hadits ini menunjukkan diharamkannya membunuh kucing dan diharamkan mengurungnya tanpa diberi makanan dan minuman. Adapun dimasukkannya dia ke dalam neraka adalah karena perbuatan itu. Zahir hadits menunjukkan bahwa perempuan tersebut beragama Islam, meskipun demikian dia masuk neraka gara-gara menyiksa seekor kucing.” (lihat Syarh Muslim [7/347])

Dari Ibnu Umar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang wanita dimasukkan ke dalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai,” (HR. Bukhari).
Sebagaimana firman Allah, “Dan sesungguhnya pada hewan-hewan ternak terdapat pelajaran yang penting bagi kamu. Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya dan juga hewan hewan itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu.” (QS Al Mu’minun : 21).
(Dyah Ratna Meta Novia)