Bukan Hanya Mbah Moen, Ini Daftar Ulama Indonesia yang Dimakamkan di Al Ma'la, Makkah

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 09 Agustus 2019 10:43 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 09 614 2089721 bukan-hanya-mbah-moen-ini-daftar-ulama-indonesia-yang-dimakamkan-di-al-ma-la-makkah-ucPBO8HuOI.jpg Makam Al Ma'la (Foto: Wikipedia)

JANNATUL Mu'alla atau biasa disebut Komplek Pemakaman Ma'la, telah ada sejak sejak dulu bahkan sebelum zaman jahiliyah, diperkirakan usuanya sudah 1.700 tahun. Pemakaman tersebut adalah makam kuno yang terletak di Kota Makkah . Biasanya Jemaah haji Indonesia menyebutnya Maqom Ma’la.

Jika dilihat secara geografis, komplek makam ini berhadapan langsung dengan Jabal Assayyidah, atau Bukit Siti Khadijah, di daerah al Hujun, Makkah . Jaraknya sekitar 1,1 km arah utara dari Masjidil Haram. Dibutuhkan kira-kira 25 menit bagi peziarah yang ingin berjalan kaki dari Masjidil Haram.

"Ma'la adalah pemakaman tertua. Di sana dimakamkan keluarga dan leluhur Nabi Muhammad Saw, dari Bani Hasyim. Istri Nabi, nyai Siti Khadijah Al-Kubra dan para sahabat nabi yang wafat di Makkah, dimakamkan di Ma'la. Para ulama dan raja-raja Arab tempo dulu juga di sana. Di antaranya Syekh Nawawi al-Bantani," ujar Ustadz Abdul Malik pada Okezone, Jumat (9/8/2019).

 Al Ma'la

Dia pun menjelaskan, Bani Hasyim adalah sebutan untuk keluarga Quraisy dari keturunan Hasyim bin Abdul Manaf, kakek buyut Nabi Muhammad Saw. Di area pemakaman itu pun, kata Malik, juga dimakamkan kakek Nabi, Abdul Muthalib, paman Nabi, Abu Thalib dan para keturunan Bani Hasyim.

Selain itu, kedua putranya: Al-Qasim dan At-Thayib. Di Ma’la juga dimakamkan Sumayyah bin al-Khabbath (wanita pertama yang mati syahid), Abdullah bin Yasir (saudara ‘Ammar bin Yasir), serta puteri dan putera sahabat Abubakar Siddiq ra, yaitu Asma’ binti Abubakar Siddiq ra dan Abdurahman bin Abubakar Siddiq, serta putera sahabat Umar bin Khattab yaitu Abdullah bin Umar bin Khattab.

Selain itu para ulama Nusantara pun banyak yang dimakamkan di Al Ma'la. Di antaranya, Syaikh Ahmad Khatib Sambas (wafat tahun 1875), Syaikh Nawawi Banten (1897), Syaikh Junaid Betawi (akhir abad 19 M), dan Syaikh Abdul Haq Banten (1903).

"Selanjutnya, Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau (1916), Syaikh Abdul Hamid Kudus (1916), Syaikh Mahfuzh Tremas (1920), Syaikh Mukhtar Bogor (1930), Syaikh Umar Sumbawa (1930-an), dan Syaikh Abdul Qadir Mandailing (1956)," ujarnya.

 Mbah Moen

Beberapa waktu lalu, salah satu ulama Nusantara Syaikhina KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) di makamkan di Jannatul Ma'la Makkah, Komplek 70 Nomor 151, Urutan Ke-41. Wafat ketika sedang menjalannkan ibadah haji. Demikian sebagaimana keterangan KH Damanhuri, Rais Syuriah PCNU Bantul, Selasa, (6/8/2019).

Suatu kehormatan yang besar, ketika ulama Indonesia, yaitu Mbah Moen, disandingkan bersama para wali Allah di Al Ma'la, Makkah. Bahwasannya pemakaman ini merupakan tempat wafatnya orang-orang saleh. "Ya insya Allah begitu (ahli surga)," katanya

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Berikut ini daftar Ulama Nusantara yang dimakamkan di Jannatul Ma'la Makkah Al-Mukarromah, antara lain:

1. Syaikh Nawawi bin Umar al-Bantani (w. 25 Syawal 1314 H/29 Maret 1879 M)

2. Syaikh Ahmad Khatib al-Minkabawi (w. 19 Jumadil Awwal 1334 H/13 Maret 1916 M)

3. Syaikh Mahfudz al-Tarmasi (w. 1 Rajab 1338 H/22 Maret 1920 M)

4. Syaikh Abdul Hamid al-Qudsi (w. 9 Rajab 1334 H/12 Mei 1915 M)

5. Syaikh Ahmad Nahrawi al-Banyumasi (w. 1926 M)

6. Syaikh Sayyid Muhsin bin Ali al-Musawa (w. 10 Jumadis Tsani 1354 H/28 September 1935 M)

7. Syaikh Abdul Muhaimin bin Abdul Aziz al-Lasemi (w. 1376 H/1956 M)

8. Syaikh Ali bin Abdullah al-Banjari (w. 1370 H/1950 M)

9. Syaikh Muhammad Yasin bin Isa al-Padani (w. 28 Dzulhijjah 1440 H/23 Juli 1990 M)

10. Syaikh Abdul Qadir al-Mandaili (w. 20 Rabi'ul Akhir 1385 H/18 Agustus 1965 M)

11. KH. Abdul Karim bin KH. M. Hasyim Asy'ari (w. 1972 M)

12. Syaikh Abdullah Durdum al-Padani (w. 27 Sya'ban 1407 H/27 April 1987 M)

13. Syaikh Abdul Fattah Rawa (w. 1424 H/2003 M)

14. KH. Maimoen Zubair (w. 5 Dzulhijjah 1440 H/6 Agustus 2019 M)

Ustadz Malik juga menyebutkan, ada banyak hadist tentang Baqi (pemakaman sahabat di Madinah) di antaranya yang menerangkan tentang ziarah kubur. Hadist tentang Ma'la hanya beberapa di antaranya:

وروي عنه ﷺ (أنه سأل الله تعالى عما لأهل البقيع الغرقد ؟ فقال : لهم الجنة ، فقال : ما لأهل المعلا ؟ قال : يا محمد تسألني عن جوارك ولا تسألنى عن جواري) . [عدة الإنابة فى الأماكن المستجابة ، ص ٢٤٠]

Diriwayatkan dari Baginda Rasulullah; “Sesungguhnya Beliau bertanya kepada Allah Ta’ala tentang apa (yg akan diberikan) kepada Ahli Baqi’ al-Gharqad ? Allah Ta’ala menjawab : Mereka akan dimasukkan ke surga. Beliau bertanya lagi : Ya Rabb, kalau bagi Ahli Ma’la apa yg akan berikan ? Allah Ta’ala menjawab : Kau bertanya tentang nasib tetanggamu (Ahli Baqi’) maka tak usahlah kau bertanya tentang tetanggaku.

[Uddatul Inabah Fil Amakin Al-Mustajabah, Sayyid Afifuddin Al-Mahjub, hal. 240]

 Almala

Seperti yang diuraikan di atas, bahwa pemakaman tersebut bukanlah tempat peristirahatan terakhir biasa karena banyak ulama, sahabat dan keluarga Nabi yang dimakamkan di sana.

"Ya gak harus wali juga, Ma'la itu konon kemudian pernah jadi pemakaman umum warga Makkah," ujar Malik.

Menurut sejarah, dulu di pemakaman ini ada sebuah kubah besar yang menaungi makam Siti Khadijah. Sehingga para peziarah jadi lebih mudah menemukan pemakaman ini. Tapi oleh pemerintah Arab Saudi, kubah itu diratakan supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti takut peziarah ada yang mengkeramatkan tempat ini.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya