nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Benarkah Sakit Bisa Menggugurkan Dosa?

Intan Afika, Jurnalis · Jum'at 09 Agustus 2019 22:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 09 614 2089976 benarkah-sakit-bisa-menggugurkan-dosa-x81HajDn7b.jpg Sakit bisa menggugurkan dosa (Foto: Ashton Central Mosque)

Seperti yang kita ketahui, menurut ajaran Islam ketika kita terserang penyakit pada saat itu pula dosa-dosa kita digugurkan. Hal ini disampaikan pula oleh Ustadz Abdul Somad pada saat kajian Zuhur di Masjid Al-Madinah, Parung, Bogor, Jumat (9/8/2019).

 Ustadz Abdul Somad berceramah

Dalam kajiannya, dai kondang, Ustadz Abdul Somad mengatakan, terdapat tiga hikmah yang bisa diambil dari terserang penyakit. Pertama, mengugurkan dosa. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً

“Tidak ada satupun musibah (cobaan) yg menimpa seorang muslim berupa duri atau yg semisalnya, melainkan dengannya Allah akan mengangkat derajatnya atau menghapus kesalahannya.” [HR.Muslim]

"Orang yang terkena penyakit fisik, gundah gulana, susah hati sampai duri yang menusuk tapak kaki, sesungguhnya dibalik itu ada hikmah, apa dia. Allah ingin menghapus segala dosa-dosanya," ucap Ustadz Abdul Somad.

Kedua, Ustadz Somad mengatakan jika orang yang tidak memiliki dosa tetapi terserang penyakit, berarti Allah SWT ingin mengangkat derajat orang tersebut. Dan ketiga, jika orang tersebut sudah memiliki derajat yang tinggi dan tidak memiliki dosa, berarti Allah akan menempatkan orang tersebut di makom yang paling tinggi.

"Kalau seandainya dia tidak punya dosa kenapa dia sakit juga, yang kedua Allah ingin angkat derajatnya. Kalau derajatnya sudah diangkat, dosanya tidak ada, kenapa sakit juga? Allah sudah tempatkan dia di makom tertinggi, vvip," paparnya.

Selanjutnya Ustadz Abdul Somad mengatakan, terdapat beberapa orang pilihan yang sudah Allah tempatkan di tempat paling tinggi di sisi-Nya, yaitu orang-orang yang sabar ketika sedang di uji oleh Allah SWT.

Sebagaimana firman Allas SWT:

“Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka.” (QS.al-Furqan: 35)

"Ada manusia-manusia yang sudah ditempatkan oleh Allah di tempat tertinggi. Kata Allah kepada malaikat, tempatkan dia ke tempat yang paling tinggi. Tetapi ketika dilihat amalnya kurang, bagaimana cara melengkapkannya? uji dia," ucapnya.

"Ketika dia sabar, dia layak di tempat itu karena ada amal yang lebih hebat daripada jihad, lebih hebat daripada mati syahid, lebih hebat daripada haji dan umrah. Apa dia? sabar menerima ketetapan Allah SWT. Apa balasan Allah kepada orang yang sabar? innama ajrahum bighairi hisaab, Allah berikan mereka balasan bighairil hisaab, tak dapat dihitung. Makanya nanti kalau ada yang sakit, sampaikan yang tiga ini," papar Ustadz Abdul Somad.

Sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya orang yang bersabar akan diberikan pahala mereka tanpa hisab (tanpa batas)." (Surah az-Zumar ayat 10).

Dalam sebuah hadis lain Rasulullah SAW juga pernah bersabda:

"Rintihan orang sakit tercatat sebagai tasbih, kegelisahan dan jeritannya sebagai tahlil, nafasnya seumpama sedekah, tidurnya sebagai ibadah dan kegelisahannya daripada satu bahagian ke satu bahagian lain adalah bagaikan jihad kerana Allah SWT dan ditulis baginya sebaik-baik amalan yang pernah dilakukan semasa sehat."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini