nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengalaman Mistis Menag di Makkah saat Jadi Petugas Haji

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 10 Agustus 2019 09:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 10 614 2090140 pengalaman-mistis-menag-di-makkah-saat-jadi-petugas-haji-Q4DozHIsjm.jpg Cerita pengalaman mistis Menag Lukman (Foto : Amril/Okezone)

Bukan hanya jemaah haji saja yang mengalami hal menarik. Petugas jemaah pun tak terlepas dari hal-hal 'ganjil' ketika diceritakan membuat orang laim merinding.

Hal serupa juga pernah dialami Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, ketika kali pertama dia menjadi petugas haji pada 1991 lalu.

"Waktu itu saya bertugas perwakilan NU," ujar Lukman pada wartawan di Media Center Haji (MCH), Kamis 16 Agustus 2018.

Pengalamam 27 tahun silam itu membuat Lukman tidak bisa lupa. Sebenarnya masih banyak kisah dan cerita yang dialaminya selama menjadi petugas. Tapi memang ada satu hal yang membuatnya terkenang dan sulit terlupakan hingga kini.

infografis makkah

Ketika itu Lukman ditugaskan sebagai petugas salah satu sektor di Makkah, Arab Saudi. Berbeda dengan sekarang, dulu sistem penunjukan tidak menggunakan tes dan pelatihan.

Tugas yang dijalankannya saat itu, mulai dari menyambut jamaah saat tiba di Tanah Suci, mengontrol kondisi jamaah, hingga memberikan pelayanan terhadap jamaah yang tersesat dan banyak lagi.

"Jadi memang banyak yang dikerjakan, karena pada saat itu petugas jumlahnya sedikit," ujarnya.

Menag Lukman

(Foto : Amril/Okezone)

Suatu hari, Lukman bertemu seorang perempuan tua renta. Saat itu, nenek tersebut diantar ke pos sektor oleh petugas di Masjidil Haram.

"Saya masih ingat betul. Kejadiannya ba'da ashar. Nenek itu dari Majene. Usianya di atas 60-an," kata Lukman.

Nenek yang ditemui Lukman ini sempat diberi perawatan di pos sektor, seperti makan dan minum.

"Selesai makan, nenek itu mau saya antarkan ke hotel. Saat itu kondisi Makkah banyak konturnya menanjak. Bahkan ke hotel pun harus berjalan kaki menanjak. Nah, di tengah jalan, si nenek itu tidak kuat dan ambruk," kata Lukman.

Setelah tahu nenek yang ditolongnya itu ambruk, Lukman bergegas menggendongnya (nenek) ke dokter yang ada di sektor, dan langsung ditangani oleh petugas medis.

Kemudian, Lukman meninggalkan nenek tersebut dan kembali ke Masjidil Haram untuk salat Magrib. Usai salat, dia kaget karena tiba-tiba berpapasan dengan nenek yang sempat digendongnya beberapa jam sebelumnya. Wajah nenek ini tampak sehat dan ceria, jauh berbeda dengan kondisi saat ambruk.

"Saya melihat nenek itu. Karena kondisi Masjidil Haram ramai begitu, saya cuma senyum ke nenek tersebut. Neneknya juga tersenyum. Saya heran juga kok bisa langsung sehat sedemikian cepat. Langsung kuat," katanya.

Rasa penasaran, akhirnya Lukman menanyakan kepada dokter yang telah menangani nenek tersebut. Namun jawaban yang dia dapatkan cukup mengejutkan, menurut keterangan dokter nenek tadi sudah meninggal dunia.

"Nenek yang kemarin itu? Pas ke sini kondisinya sudah lemah. Akhirnya tidak dapat tertolong," kata Lukman menirukan perkataan si dokter tersebut.

Menag petugas

(Foto : Amril/Okezone)

Lukman pun merasa heran dan bertanya-tanya, nenek yang berpapasan di Masjidil Haram itu siapa?

"Ya itulah cerita yang paling berkesan bagi saya," ujar Lukman.

Selain pengalaman menolong neneka yang akhirnya wafat, Lukman juga menambahkan,

bahwa ia menjadi saksi kondisi tenda Arafah dan Mina yang terbuat dari kayu dan besi berkarat karena dulu belum tersedia AC.

"Dulu tidak ada AC pakai kipas angin saja," katanya.

1
2

Berita Terkait

Makkah

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini