Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anjuran Memperbanyak Doa pada Hari Tasyrik

Anjuran Memperbanyak Doa pada Hari Tasyrik
Hari makan dan minum, hari Tasyrik (Foto: Wine Mag)
A
A
A

Larangan berpuasa pada hari Tasyrik

Hukum berpuasa di hari Tasyrik menurut pendapat paling shahih di kalangan ulama Madzhab Syafi’i adalah haram.[3] Sesuai sabda Rasulullah saw.:

أَيَّامُ التَّشْرِيْكِ أّيَّامُ أّكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللهِ

“Hari tasyrik adalah hari makan dan minum, dan mengingat Allah.” (HR. Muslim)[4]

Allah SWT mensyariatkan terhadap umat Islam untuk menjadikan hari Tasyrik sebagai hari makan dan minum karena hari-hari tersebut masih satu rangkaian dengan hari raya Idul Adha.

Seperti dilansir website Ponpes Lirboyo, hari Tasyrik sebagai hari makan dan minum memiliki pesan tersirat sebagai upaya syariat dalam membantu mereka untuk semakin giat dalam beribadah mengingat Allah SWT. Sebab bentuk syukur paling sempurna atas nikmat yang diberikan adalah dengan semakin giat melakukan ibadah.

Anjuran memperbanyak doa pada hari Tasyrik

Hari Tasyrik adalah momen istimewa untuk melaksanakan dzikir. Ibadah dzikir memiliki kaitan yang sangat erat dengan doa sebab doa merupakan salah satu bentuk mengingat (dzikir) dan upaya pendekatan (taqarrub)seorang hamba kepada Tuhannya. Maka dari itu, para ulama sangat menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak doa selama hari Tasyrik.

Ziyad Al-Jasshas meriwayatkan dari Abu Kinanah Al-Qurasyi bahwa beliau pernah mendengar salah sahabat Rasulullah Saw, yakni Abu Musa al-‘Asyari berkata dalam khutbahnya ketika salat Idul Adha, “Setelah hari raya ada tiga hari, dimana Allah menyebutnya dengan istilah ‘hari-hari yang ditentukan’. Dan doa pada hari-hari itu tidak akan ditolak. Dengan demikian, perbesarlah harapan kalian”.[5] [] waAllahu a’lam

(Dyah Ratna Meta Novia)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement