Dalam sebuah hadits yang berbunyi, “Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita? Rasulullah menjawab: “Suaminya” (apabila sudah menikah). Kemudian Aisyah Radhiyallahu ‘anha bertanya lagi: “Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki? Rasulullah menjawab: “Ibunya,” (HR. Muslim).
Menjadi seorang suami juga harus bersikap adil kepada istri. Merawat ibu bukan berarti ia mengabaikan kewajibannya sebagai suami untuk menafkahi istri dan anak-anaknya. Ibu dan istri memiliki kedudukan yang sama-sama penting dalam Islam.
Seorang ibu yang saleh akan melahirkan anak dan tumbuh menjadi seorang anak yang saleh. Sedangkan istri yang saleh tentunya akan mendukung suaminya dalam melakukan kebaikan dan membuat kehidupan berkeluarga penuh dengan kasih sayang.
(Dyah Ratna Meta Novia)