nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Main Media Sosial Halal atau Haram? Ini Kata MUI

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 18:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 15 614 2092337 main-media-sosial-halal-atau-haram-ini-kata-mui-VSfymCnRW6.jpg Main media sosial (Foto: Social Media Explorer)

Saat ini adalah zaman di mana hampir semua orang melakukan interaksi melalui media sosial (medsos). Ada banyak macam informasi yang akan dapatkan di dalamnya.

 Orang main media sosial

Bahkan via media sosial, kita dapat bertemu dengan teman lama yang selama ini tidak diketahui keberadaannya. Sebagai manusia yang hidup di masa serba modern, memang selayaknya sebagai manusia harus mengikuti perkembangannya.

Namun miris, ketika ada segelintir orang yang menyalahgunakan sosial media demi kepentingan personal atau kelompoknya.

Bahkan, berita bohong pun kerap jadi konsumsi publik yang sulit untuk disaring.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa No 24 Tahun 2007 tentang Halal Haram Bergaul di Media Sosial. Yaitu, sebagai berikut ini:

1. Kewajiban Muslim di medsos 

a. Senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tidak mendorong kekufuran dan kemaksiatan.

b. Mempererat persaudaraan (ukhuwwah), baik persaudaraan keIslaman (ukhuwah Islamiyyah), persaudaraan kebangsaan (ukhuwwah wathaniyyah), maupun persaudaraan kemanusiaan( ukhuwwah insaniyyah).

c. Memperkokoh kerukunan, baik intern umat beragama, antar umat beragama, maupun antara umat beragama dengan Pemerintah.

2. Yang diharamkan di medsos

a. Melakukan ghibah, fitnah, namimah, dan penyebaran permusuhan.

b. Melakukan bullying, ujaran kebencian dan permusuhan atas dasar suku, agama, ras taua antar golongan.

c. Menyebarkan hoax serta informasi bohong meskipun dengan tujuan baik, seperti info tentang kematian orang yang masih hidup.

d. Menyebarkan materi pornografi, kemaksiatan dan segala hal yang terlarang secara syari

e. Menyebarkan konten yang benar tetap tidak sesuai tempat dan/atau waktunya.

"Hari ini kita berada di sebuah masa, di mana untuk kita berkata-kata sudah tidak lagi menggunakan mulut. Tetapi dengan jari kita, dengan tangan kita semua sudah menujukkan jati diri kita. Dulu berbicara dengan mulut, sekarang apa yang kita ucapkan itu sudah terwakili oleh jari-jari kita," ujar Ustadz Makruf Khozin dalam akun Youtube nya, Makruf Khozin.

Dia juga mengatakan, apa yang kita katakan itu sudah terwakili oleh jari-jari kita, apa yang diucapkan bisa dilakukan pula oleh tangan.

Oleh karena itu, Imam Al Maun pernah berkata, "Tulisan tangan itu adalah wakil dari mulut kita sehingga apa yang dilarang kita ucapkan dilarang untuk kita tulis. Kalau yang diucapkan itu berpahala, maka ditulis pun akan berpahala. (DRM)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini