Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata, “Tuhanku menghinakanku.” Sekali-kali tidak, sesungguhnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin. (al-farj/89:15-18)
Ayat tersebut telah memberitahu, obat penghilang sifat sombong adalah memuliakan anak yatim, memberi makan orang miskin, selain berbagi rezeki dengan anak yatim maupun orang miskin, kita bisa membuat orang lain merasa bahagia, menebarkan kebaikan kepada sesama, dan menanamkan rasa peduli kepada sesama.
Dengan menjalankan ajaran-ajaran yang telah ditetapkan dalam Alquran, manusia senantiasa akan terhindar dari sifat mengeluh, tinggi hati, dan kikir. Selain itu juga memiliki rasa bersyukur atas apa yang telah dia dapatkan.
(Dyah Ratna Meta Novia)