Suka Mengeluh? Ini Obatnya

Brilyana Dwi Indriani, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 20 614 2094244 suka-mengeluh-ini-obatnya-HvN6J2aOr1.jpg Manusia memang suka mengeluh (Foto: Turn to Islam)

Mengeluh sering kali dilakukan jika manusia sedang diuji Allah, seperti mengeluh dengan banyaknya masalah kehidupan, gaji kurang, sikap keluarga dan sebagainya.

 Salat jadi obat untuk berhenti mengeluh

Sikap mudah mengeluh mudah hadir dari ketidakridhoan atau ketidakikhlasan atas ketentuan takdir dari Allah Subhanahu Wa Ta’aala. Manusia makhluk Tuhan yang memiliki jiwa tergesa-gesa, mengeluh, dan merasa dirinya tinggi.

Manusia cenderung lebih menyukai keuntungan yang bersifat duniawi, meski keuntungannya hanya sedikit, dan mengabaikan keuntungan yang sesungguhnya keuntungan itu sangat amat besar (hari akhirat). Akibatnya jika diberikan ujian oleh Allah manusia cepat mengeluh dan kurangnya rasa bersyukur terhadap Allah.

Ketika manusia mendapatkan keuntungan (rezeki) lebih dari Allah, timbulah rasa tinggi hati, sombong atau kikir. Dengan salah satu sikap yang seringkali tidak kita sadari dan membawa pengaruh negatif bagi diri sendiri ataupun orang lain.

Mengenai sikap mengeluh manusia, Allah SWT berfirman:

إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا ﴿١٩﴾ إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا ٢٠) وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا ﴿٢١﴾ إِلَّا الْمُصَلِّينَ ﴿٢٢﴾ الَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ ﴿٢٣﴾

Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan (harta), dia jadi kikir, kecuali orang yang melaksanakan salat, mereka yang tetap setia menjalankan salatnya. (al-ma'arij/70:19-23)

Dengan jelas ayat tersebut menyatakan bahwa obat sifat mengeluh tersebut dapat dihilangkan dengan cara salat. Dalam ajaran Islam salat merupakan kewajiban yang harus dijalankan, salat wajib dalam Islam ada 5 waktu.

Mengapa salat bisa meredam sifat mengeluh?

Salat dapat memberikan aspek relaksasi, ketika manusia sedang merasa diuji oleh Allah SWT salat adalah obat penenang hati agar manusia memiliki rasa bersyukur dan tidak mengeluh lagi atas kesusahan yang dirasanya.

Mengenai kebiasaan manusia merasa tinggi atau penting telah tercantum dalam ayat suci Alquran. Allah berfirman :

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ○ وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ○ كَلَّا ۖ بَلْ لَا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ○ وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ○

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku.”

Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata, “Tuhanku menghinakanku.” Sekali-kali tidak, sesungguhnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin. (al-farj/89:15-18)

Ayat tersebut telah memberitahu, obat penghilang sifat sombong adalah memuliakan anak yatim, memberi makan orang miskin, selain berbagi rezeki dengan anak yatim maupun orang miskin, kita bisa membuat orang lain merasa bahagia, menebarkan kebaikan kepada sesama, dan menanamkan rasa peduli kepada sesama.

Dengan menjalankan ajaran-ajaran yang telah ditetapkan dalam Alquran, manusia senantiasa akan terhindar dari sifat mengeluh, tinggi hati, dan kikir. Selain itu juga memiliki rasa bersyukur atas apa yang telah dia dapatkan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini