nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bencana Alam di Muka Bumi Telah Tertulis di Alquran 1400 Tahun Lalu

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 26 Agustus 2019 15:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 26 614 2096689 bencana-alam-di-muka-bumi-telah-tertulis-di-alquran-1400-tahun-lalu-o1rMKRwYV8.jpg Kebakaran hutan Amazon yang mengerikan (Foto: Prothom Alo English)

Kebakaran hutan Amazon dan krisis air bersih merupakan bencana yang dialami di muka bumi. Bahkan kebakaran hutan Amazon tercatat sebagai kebakaran paling parah tahun ini di dunia.

Bencana alam sudah tertulis dalam Alquran

Berdasar data dari pusat penelitian luar angkasa Brasil, INPE, terdapat 72.843 titik api di hutan Amazon. Bahkan, efek kebakaran hutan ini terlihat sampai ke luar angkasa.

Bencana ini menyita perhatian dunia. Indonesia pun ikut memberitakan kejadian ini karena hutan Amazon merupakan paru-paru bumi. Bencana ini menjadi kesedihan bagi seluruh umat di muka bumi.

Di Indonesia sendiri, kemarau panjang menyebabkan kekeringan di beberapa wilayah. Salah satunya di Tangerang Selatan. Daerah dekat ibu kota itu diketahui kekurangan air bersih hingga masyarakat mesti numpang mandi di pasar.

Kerusakan di daratan dan lautan di bumi ini tentu bukan tanpa sebab. Hal itu sudah tertuang dalam Alquran 1400 tahun yang lalu. Allah berfirman,

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah membuat mereka merasakan sebagian (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (Ar-Rum: 41).

"Dan telah menundukkan bahtera bagimu supaya bisa berlayar di lautan dengan kehendak-Nya; Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai; Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus beredar (dalam orbitnya); Dia telah menundukkan bagimu malam dan siang." (Ibrahim: 32-33).

Di sisi lain, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Iman memiliki sekitar 70 cabang, yang paling luhur adalah perkataan 'Laa ilaaha illallah' dan yang paling rendah adalah menyingkirkan hambatan dari jalan." (HR. Muslim).

"Apabila seorang muslim menanam sesuatu lalu hasilnya dimakan oleh burung, manusia, ataupun hewan ternak, itu adalah sedekahnya." (HR. Muslim).

"Upayamu menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan yang dilalui manusia adalah sedekah." (HR. Al-Baihaqi).

"Janganlah kalian buang air kecil di genangan air yang tak mengalir." (HR. Al-Bukhari).

Dalam buku berjudul 'Sains dalam Alquran: Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah' karya Dr Naddiah Thayyarah, dijelaskan di sana kalau bumi ini sejak awal revolusi industri sampai hari ini dengan terus meningkat polusinya yang merusak udara, air, dan tanah.

Sesungguhnya, siklus umat manusia yang datang silih berganti di bumi telah menciptakan perubahan lingkungan tempat kita hidup, juga menimbulkan sampah dan limbah yang dibuang ke perairan dan permukaan tanah.

Hal yang menyedihkan, kebiasaan itu tidak diimbangi dengan usaha pencegahan terhadap munculnya polusi dan kerusakan pada semua aspek lingkungan.

Maha Benar Allah dengan firmannya, "Telah tampak kerusakan di darat dan di lau karena perbuatan tangan manusia..." (Ar-Rum: 41).

Ayat tersebut sudah ada sejak 1400 tahun silam, saat manusia di masa itu belum tahu apa-apa soal polusi atau pun perusakan lingkungan di darat maupun lautan. Ayat itu seakan berbicara tentang masa kini dengan masalah alam yang tak pernah ada habisnya dan semakin buruk.

Sesungguhnya, hadist-hadist Nabi pun mengisyaratkan betapa pentingnya upaya menjaga lingkungan dari polusi atau masalah lainnya demi kesehatan manusia. Di antara hadis-hadis itu bahkan ada yang berbicara tentang anjuran menanam tanaman, larangan membuang limbah ke air yang mengalir, atau sebatas membuang batu atau duri dari jalanan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini