Share

Gus Miftah Ungkap Aliran Duit Ratusan Juta di Makam Gus Dur

Minggu 01 September 2019 12:44 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 01 614 2099229 gus-miftah-ungkap-aliran-duit-ratusan-juta-di-makam-gus-dur-FDBX8AViv4.jpg Gus Miftah saat di makam Gus Dur (Foto: Tebuirang Online)

Dai muda Miftah Maulana Habiburrahman yang akrab disapa Gus Miftah berkunjung ke makam Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk berziarah dan membacakan doa.

 Gus Miftah di Ponpes Tebuireng

Kedatangan Gus Miftah ke Kota Santri sebenarnya untuk mengisi pengajian dalam haul Kiai Shobar Rosyadi ke-9 di Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Namun Gus Miftah menyempatkan diri untuk berziarah ke makam Gus Dur, KH. M Hasyim Asy’ari, dan KH. A Wahid Hasyim.

“Saat ini saya berada di kotak infak jalur ke makam Gus Dur. Dulu saya katakan sebulan Rp 150 juta ternyata sekarang mencapai Rp 300 juta. Dan hebatnya hasilnya tidak digunakan untuk membangun Pesantren Tebuireng tetapi untuk fakir miskin, duafa, dan fuqara,” ungkap Gus Miftah.

Ia juga menyempatkan untuk membuat video di samping kotak infaq LSPT untuk menyampaikan bahwa dalam satu bulan dari infak makam Gus Dur bisa menghasilkan sekitar Rp 300 juta.

“Saya tegaskan infak ini semua ditujukan untuk panti asuhan, para duafa, dan masakin. Tidak sedikitpun digunakan untuk pembangunan Pesantren Tebuireng,” tambahnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Rupanya aliran duit ratusan juta ke makam Gus Dur ini malah memberikan berkah tersendiri. Sebab disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerima infak seperti fakir miskin sesuai yang diceritakan Gus Miftah.

Dalam kesempatan itu, Gus Miftah juga mendoakan agar semua santri Tebuireng dan jamaah yang hadir semoga lebih baik kehidupannya. Khususnya, Pondok Pesantren Tebuireng semoga tambah berkah. “Semoga bisa semakin berkembang dan bermanfaat.”

Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji Sleman ini juga mengaku, mengidolakan Gus Dur sejak lama. Ia menganggap Gus Dur adalah gurunya dalam bergaul dengan manusia selama sehari-hari. Ia membaca dan sering mendengarkan cerita tentang Gus Dur.

Seperti dilansir website Ponpes Tebuirang, Gus Miftah ngefans dengan Gus Dur karena ia belajar memanusiakan manusia apapun agama dan suku bangsanya. Dari Gus Dur, ia belajar untuk tidak membenci sesama manusia meskipun berbeda dalam agama, suku bangsa, dan pilihan politik.

Perbedaan baginya suatu keniscayaan yang tak bisa dielakkan karena di sana bukti Allah Maha Kuasa. “Salah bila ada yang mengatakan Gus Miftah benci harakah (pergerakan agama) lain. Salah juga yang mengatakan Gus Miftah anti cadar. Kita tidak diajarkan Mbah Hasyim dan Gus Dur begitu."

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini