Ketabahan Ummu Salamah Menjanda, Akhirnya Malah Menikah dengan Rasulullah

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 02 September 2019 04:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 01 614 2099309 ketabahan-ummu-salamah-menjanda-akhirnya-malah-menikah-dengan-rasulullah-gfQYJDsFuC.jpg Masjid Nabi yang indah (Foto: Pixabay)

Perempuan diciptakan sebagai manusia tangguh karena fitnah akan mudah datang. Selain itu, hatinya juga cukup rapuh tapi dia akan tetap kuat menanggungnya. Seperti kisah Ummu Salamah, tetap tegar walau harus kehilangan suami tercintanya.

 Ummu Salamah kehilangan suami di Perang Uhud

Suaminya yaitu Abu Salamah tewas di pangkuan Ummu Salamah karena mengalami luka yang parah, setelah pulang dari Perang Uhud kala itu. Akibatnya dia harus jadi seorang janda dan anak-anaknya kini menyandang status yatim.

Saat itu Rasulullah SAW pun datang bertazkiyah ke kediaman Abu Salamah dan menenangkan Ummu Salamah, agar tetap tabah menghadapi musibah.

Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan Innaa Lillahi Wa Innaa Ilaihi Raaji'un. Allahumma'jurnii Fii Mushibhatii Wa Akhlif Lii Khoiron Minhaa, maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik".

Rasulullah pun sempat menasihati Ummu Salamah, supaya tetap tawakal, ikhlas menghadapi ujian karena suaminya kini sudah kembali kepangkuan Allah SWT. Kemudian Rasulullah pun mendoakan.

"Ya Allah, berilah ketabahan atas kesedihannya, hiburlah dia dari musibah yang menimpanya, dan berilah ia pengganti yang lebih baik untuknya," doa Rasulullah untuk Ummu Salamah.

Ummu Salamah pun mengikuti masa idah, yaitu menutup diri selama beberapa bulan setelah suaminya wafat. Sebab kini dia sudah menjadi janda.

Benar saja, setelah Ummu Salamah menyelesaikan masa idahnya dia mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik. Saat bulan Syawal, dia dilamar oleh Rasulullah. Ummu pun tidak menyangka, jika kekasih Allah yang akan mendampinginya setelah Abu Salamah meninggal.

Ummu Salamah juga berkata, "Ketika Abu Salamah meninggal dunia aku mengatakan, 'Siapa yang lebih baik dari Abu Salamah (sahabat Rasulullah SAW)?'. Kemudian Allah memberikan petunjuk padaku (aku tawakal dan pasrah kepada Allah) untuk tetap mengucapkan bacaan tadi." Lalu Ummu Salamah pun berkata, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun akhirnya menjadi suamiku." (HR. Muslim, no. 918).

Dari kisah Ummah Salamah jadi pelajaran, bahwa secinta apapun terhadap makhluk-Nya ketika maut menjemput, maka semua akan terputus.

"Sungguh ajaib urusan orang beriman itu, apa pun yang datang kepadanya semuanya berujung kebaikan. Jika ia diberikan kenikmatan ia bersyukur, itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kesusahan ia bersabar, maka itu baik baginya," jelas Rasulullah SAW dalam sabdanya. (HR Muslim).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini