Ini kalau kita berpikir linier kita langsung menuduh, kalau begitu Allah yang berkehendak termasuk kita jadi manusia yang benar atau manusia yang sesat. Kalau kita tersesat atau kita tidak tersesat itu kehendak Allah, kalau kita memakai cara berpikir lurus linier jadinya seperti itu, menyalahkan Allah.
Namun kalau Anda berpikir dialektika, Anda punya kemesraan dengan Allah, Anda pasti berpikir kalau begitu, bagaimana caranya supaya Allah tidak menghendaki Anda untuk disesatkan.
Makanya, terang Cak Nun, harus mencari sebab Allah menyesatkan atau memberi petunjuk. "Semakin kita setia kepada Allah, semakin kita dekat kepada Dia semakin kita cinta kepada Allah, logikanya Allah pasti memberi kita petunjuk agar tak tersesat."
Terdapat hadist qudsi yang menyatakan, "Aku berlaku berdasarkan prasangka hamba-hamba-Ku kepada Ku." Prasangka itu tidak hanya prasangka di hati dan pikiran tapi juga perilakunya mengandung prasangka atau tuduhan terhadap kehendak Allah.