nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hubungan Seksual di Luar Nikah Sah, Ini Kata MUI

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 03 September 2019 18:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 03 614 2100228 hubungan-seksual-di-luar-nikah-sah-ini-kata-mui-vHP982zM8Q.jpg Seks di luar nikah tetap haram (Foto: Huffpost)

Ternyata terjadi kehebohan akibat munculnya hasil disertasi konsep milk al-yamin Muhammad Syahrur sebagai keabsahan hubungan seksual di luar nikah (nonmarital) yang ditulis oleh mahasiswa S3 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Abdul Aziz. Akhirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) menunjukkan sikapnya. Yakni MUI menolak hasil disertasi tersebut.

 Seks di luar nikah haram

MUI menolak hasil disertasi yang membolehkan hubungan seksual di luar nikah karena menilai hasil disertasi tersebut menyimpang, bertolak belakang dengan ajaran agama Islam.

Menurut MUI, melakukan hubungan seksual tanpa ikatan seksual adalah zina dan haram hukumnya.

Dalam siaran persnya, Selasa (3/9/2019), Dewan Pimpinan MUI memberikan pernyataan terkait dengan dibolehkannya berhubungan seksual di luar nikah:

1. Hasil penelitian Saudara Abdul Aziz terhadap konsep milk al-yamin Muhammad Syahrur yang membolehkan hubungan seksual di luar nikah (nonmarital) saat ini bertentangan dengan Alquran dan as-Sunnah. Serta kesepakatan ulama (ijma' ulama) dan masuk dalam katagori pemikiran yang menyimpang (al-afkar al-munharifah) dan harus ditolak karena dapat menimbulkan kerusakan (mafsadat) moral/akhlak ummat dan bangsa.

2. Konsep hubungan seksual nonmarital atau di luar pernikahan tidak sesuai untuk diterapkan di Indonesia karena mengarah kepada praktik kehidupan seks bebas yang bertentangan dengan tuntunan ajaran agama (syar’an), norma susila yang berlaku (‘urfan), dan norma hukum yang berlaku di Indonesia (qanunan). Antara lain yang diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 1974 dan nilai-nilai Pancasila.

3. Praktik hubungan seksual nonmarital dapat merusak sendi kehidupan keluarga dan tujuan pernikahan yang luhur, yaitu untuk membangun sebuah rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah, tidak hanya untuk kepentingan nafsu syahwat semata.

4. Meminta kepada seluruh masyarakat khususnya umat Islam untuk tidak mengikuti pendapat tersebut, karena dapat tersesat dan terjerumus ke dalam perbuatan yang dilarang oleh syariat agama.

5. Menyesalkan, kepada promotor dan penguji disertasi yang tidak memiliki kepekaan perasaan publik dengan meloloskan dan meluluskan disertasi tersebut yang dapat menimbulkan kegaduhan dan merusak tatanan keluarga serta akhlak bangsa.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini